SUNGAI RAYA — Sujiwo menegaskan bahwa kebersihan dan menjaga bumi bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Ia meminta warga tidak membuang sampah sembarangan ke parit atau jalan raya meski tempat sampah belum tersedia.
"Disimpan dulu di dalam plastik, kan tidak berat. Sambil jalan atau mengantar anak, nanti carilah TPS-nya," ujar Sujiwo di hadapan jajaran Forkopimda dan instansi vertikal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kubu Raya Dedy Hidayat mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi momentum untuk mengoptimalkan TPS3R Menanjak di Pasar Sejati. Menurutnya, tempat pengelolaan sampah itu akan kembali digiatkan dan ditingkatkan performanya.
"TPS 3R ini akan kembali kita giatkan, kita berdayakan, dan kita tingkatkan performanya agar semakin maju dan berkembang," kata Dedy.
Ia menjelaskan, TPS3R menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Sampah rumah tangga, pertokoan, hingga pihak ketiga harus dipilah terlebih dahulu sebelum dibawa ke tempat pembuangan akhir. Selain menjaga kebersihan, sampah yang terpilah juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Di sela kegiatan, Sujiwo juga menyinggung rencana menghidupkan kembali Pasar Sejati sebagai aset publik. Kawasan Parit Haji Muksin II yang padat penduduk dan dekat Kompleks Taman Sungai Raya serta akses Arteri Supadio-Ayani 2 dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat ekonomi.
Ia mengakui ada kekhawatiran warga karena pasar tersebut sebelumnya pernah dihidupkan tapi tidak berjalan. Namun, Sujiwo menegaskan pihaknya akan membuat terobosan agar pasar bisa berfungsi optimal.
"Perkara ada kekhawatiran dulu pernah dihidupkan tapi tidak jalan, itu tugas kita! Fungsi OPD terkait dan tugas saya adalah bagaimana pasar ini bisa berjalan seperti yang diharapkan. Kita akan buat terobosan," tegas Sujiwo.
Ia mengimbau para pedagang tidak khawatir terhadap minimnya pembeli karena pemerintah kabupaten akan menyiapkan langkah konkret untuk menghidupkan pasar tersebut.