KALIMANTAN BARAT — Garden Finance untuk sementara menonaktifkan aplikasinya setelah mengalami eksploitasi keamanan yang melibatkan pihak penyelesai transaksi eksternal (solver). Perusahaan riset keamanan kripto Blockaid mengonfirmasi insiden ini pada Selasa (15/4) dan memperkirakan kerugian mencapai 450.000 USDT.
Blockaid menjelaskan bahwa peretasan tidak menembus sistem utama Garden Finance. "The breach was limited to the solver's infrastructure," tulis tim Blockaid dalam laporannya. Artinya, celah keamanan hanya terjadi pada sistem pihak ketiga yang bertugas mengeksekusi transaksi.
Garden Finance menegaskan tidak ada dana pengguna yang terpengaruh. Protokol langsung mengambil langkah darurat dengan mematikan seluruh layanan aplikasi untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
Garden Finance telah menggandeng beberapa firma keamanan blockchain untuk menyelidiki akar masalah. Tim forensik digital saat ini tengah melacak pergerakan aset yang dicuri dan berupaya melakukan pemulihan.
Sebelum layanan aplikasi kembali aktif, Garden Finance berencana menyelesaikan audit keamanan menyeluruh. "We are working to complete security reviews before restoring services," tulis perwakilan protokol dalam pengumuman resmi.
Dalam ekosistem DeFi, solver adalah entitas pihak ketiga yang bertugas menemukan jalur transaksi paling efisien antar protokol. Insiden ini menunjukkan bahwa titik lemah tidak selalu berasal dari kode smart contract utama, melainkan bisa dari infrastruktur mitra yang terhubung.
Blockaid belum merinci teknik spesifik yang digunakan peretas. Namun, pola serangan terhadap solver eksternal mulai sering terjadi seiring kompleksitas rantai transaksi di dunia kripto.
Bagi pengguna Garden Finance di Indonesia yang mungkin menyimpan aset di protokol ini, tidak ada tindakan khusus yang diperlukan saat ini. Dana tetap aman di smart contract utama selama proses investigasi berlangsung.
Belum ada kepastian kapan aplikasi akan kembali beroperasi. Garden Finance berjanji akan memberikan pembaruan berkala dan baru mengaktifkan layanan setelah seluruh pemeriksaan keamanan selesai.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa proyek DeFi tetap perlu mewaspadai risiko dari mitra eksternal, bukan hanya keamanan kode internal. Untuk pengguna yang baru mengenal istilah solver, sebaiknya memahami bahwa setiap lapisan infrastruktur dalam transaksi kripto bisa menjadi celah potensial.