KALIMANTAN BARAT — Jaecoo J5 resmi menjadi primadona baru di segmen kendaraan listrik Tanah Air. Data terbaru menunjukkan bahwa model andalan dari brand di bawah naungan Chery Group ini berhasil membukukan penjualan sebanyak 16.990 unit, setara dengan 24,36 persen pangsa pasar mobil listrik nasional. Capaian ini terbilang impresif mengingat Jaecoo baru mengandalkan satu model utama di Indonesia.
Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohammad Ilham Pratama, menjelaskan bahwa keberhasilan J5 tidak bisa dilepaskan dari kemampuannya membaca preferensi konsumen. Menurutnya, pasar saat ini menginginkan kombinasi antara kendaraan listrik yang efisien dan bodi SUV yang fungsional.
“Konsumen melihat J5 ini EV SUV yang dapat memberikan pilihan baru, dan solutif untuk berkendara mobilitas saat ini,” jelas Ilham dalam pernyataan resminya.
Ia menambahkan bahwa jarak tempuh J5 yang diklaim mencapai lebih dari 460 km dalam sekali pengisian daya menjadi faktor kunci. Angka tersebut dinilai sudah sesuai dengan karakteristik mobilitas masyarakat Indonesia yang kerap menghadapi kemacetan dan jarak tempuh harian yang tidak menentu.
Untuk membuktikan efisiensi, Jaecoo melakukan simulasi kepemilikan antara J5 EV dengan mobil bermesin internal combustion engine (ICE) 1.500 cc turbo. Skenarionya adalah jarak tempuh 50 km per hari atau 1.500 km per bulan.
Hasilnya, biaya operasional tahunan untuk mobil ICE mencapai Rp 31.250.000, terdiri dari biaya bahan bakar dan perawatan. Sementara itu, Jaecoo J5 EV hanya membutuhkan biaya tahunan sebesar Rp 4.000.000 untuk konsumsi energi dan perawatan.
“Selisih biaya operasional antara J5 EV dan mobil ICE 1.500 cc turbo mencapai sekitar Rp 27.250.000 per tahun, atau setara penghematan hingga 88%,” papar Ilham. Sebagai nilai tambah, kendaraan listrik juga masih mendapatkan pembebasan pajak tahunan yang semakin menekan biaya kepemilikan.
Di balik tingginya animo pasar, Jaecoo mengakui sempat menghadapi keluhan konsumen terkait lamanya waktu pengiriman unit. Pihak perusahaan menyatakan telah melakukan evaluasi dan perbaikan pada proses logistik dan administrasi.
“Kami minta maaf kalau kemarin pengiriman sering ditanyakan konsumen. Saat ini kita terus mengevaluasi dan improvisasi dengan pengiriman,” ungkap Ilham. Ia memastikan bahwa saat ini waktu pengiriman sudah lebih cepat dari sebelumnya, dari yang semula lebih dari sebulan menjadi kurang dari satu bulan, tergantung kelengkapan administrasi pembelian.
Dengan strategi produk yang tepat sasaran dan perbaikan layanan purna jual, Jaecoo optimistis angka penjualan J5 akan terus bertumbuh. Pertanyaannya sekarang, bisakah Jaecoo mempertahankan momentum ini ketika kompetitor mulai meluncurkan SUV listrik baru di kelas yang sama?