Penjualan Semen Indonesia Tembus 18,27 Juta Ton di Semester I 2026, Naik 5,6 Persen

Penulis: Nurul Huda  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 11:58:31 WIB
Penjualan semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mencapai 18,27 juta ton pada semester I 2026, meningkat 5,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

KALIMANTAN BARAT — Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, pertumbuhan penjualan didorong oleh fokus perusahaan pada pengelolaan pemasaran dan penjualan yang lebih tajam. Perseroan juga memastikan ketersediaan produk serta memperluas jangkauan distribusi di berbagai wilayah pemasaran.

"Kinerja penjualan yang positif merupakan bukti konsistensi SIG menjalankan transformasi, khususnya dalam penguatan pengelolaan pasar mikro," ujar Vita dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).

Transformasi BUMN Mulai Terlihat Nyata

Vita menambahkan, capaian ini sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara agar transformasi BUMN membuahkan hasil konkret. Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga menciptakan nilai bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan.

"Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara sehingga transformasi BUMN membuahkan hasil nyata dan menciptakan nilai untuk memberikan manfaat bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan," jelasnya.

Volume Terjual Tembus 18 Juta Ton

Secara rinci, SIG berhasil menjual 18,27 juta ton semen sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan 17,3 juta ton pada semester I 2025. Kenaikan volume ini menjadi sinyal positif bagi industri semen nasional yang tengah menghadapi tekanan overkapasitas.

Dengan strategi yang lebih agresif di pasar mikro, SIG optimistis tren positif ini bisa berlanjut hingga akhir tahun. Perusahaan juga terus memperkuat jaringan distribusi agar produknya mudah dijangkau konsumen di berbagai daerah.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top