KALIMANTAN BARAT — Setelah sukses di beberapa daerah, Pegadaian memutuskan membawa program Pande Emas ke kawasan timur Indonesia. Manado menjadi lokasi terbaru implementasi program yang mengusung pendekatan Creating Shared Value (CSV) — menggabungkan misi sosial dengan pengembangan bisnis emas perusahaan.
Program ini dirancang khusus untuk membina pengrajin emas skala kecil. Pegadaian tidak sekadar memberi bantuan alat produksi, tetapi juga pelatihan teknis, pendampingan usaha, hingga edukasi tentang produk dan layanan keuangan perusahaan.
Sebelumnya, kick-off program digelar di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Acara tersebut ditandai dengan penyerahan peralatan, pelatihan bagi perajin, serta peresmian operasional Pande Emas setempat.
Lewat program ini, para pengrajin emas diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saing. Akses masyarakat terhadap layanan perhiasan emas pun ikut meluas, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha mikro.
Pegadaian menargetkan program ini tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga mengalirkan nilai tambah ke bisnis inti perusahaan. Semakin banyak pengrajin terampil, semakin kuat rantai pasok emas yang bisa diserap layanan bullion Pegadaian.
"Program Pande Emas merupakan wujud komitmen Pegadaian dalam menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat melalui pemberdayaan pengrajin emas lokal," ujar Deputi Bisnis Area Palu PT Pegadaian, Putra Aspin Rahmatullah, Kamis (16/7/2026).
Ia menambahkan, perusahaan berharap inisiatif ini mampu memperkuat ekosistem Bullion Services serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan korporasi secara simultan.
Dengan ekspansi ke Manado, Pegadaian mempertegas posisinya sebagai BUMN yang tidak hanya bergerak di bisnis gadai, tetapi juga membangun industri emas dari hulu ke hilir. Program Pande Emas menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan ekosistem bullion yang terintegrasi di Indonesia.