KALIMANTAN BARAT — Pertandingan sengit berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, saat Fajar/Fikri berhadapan dengan Liang/Wang di depan ribuan pendukung fanatik China. Gim pertama dimenangkan Indonesia 21-19 setelah jual beli smes keras dan permainan net tipis. Namun gim kedua milik tuan rumah dengan skor 14-21 setelah tekanan masif ke pertahanan Indonesia.
Poin Kritis Fajar di Kedudukan 19-19
Pada gim ketiga, kedua pasangan saling kejar angka hingga kedudukan 19-19. Ketenangan Fajar Alfian dalam menempatkan bola depan net yang presisi membawa pasangan Indonesia menutup gim ketiga 21-19. Kemenangan ini diraih setelah hampir satu jam pertarungan penuh drama.
Satu-Satunya Wakil Indonesia di Partai Puncak
Keberhasilan ini menempatkan Fajar/Fikri sebagai satu-satunya wakil Garuda di babak final. Mereka berpeluang mempertahankan gelar juara yang diraih pada edisi sebelumnya. Sepanjang tahun kalender berjalan, PBSI masih minim koleksi gelar tertinggi, sehingga pencapaian ini menjadi angin segar bagi skuad Merah Putih.
Turnamen dengan total hadiah fantastis sebesar 2 juta dolar AS ini menjadi ajang pembuktian bagi Fajar/Fikri pasca-rombak formasi pasangan. Capaian back-to-back final di Negeri Tirai Bambu menunjukkan adaptasi dan soliditas mereka tetap berada di level elite dunia.
Perjalanan ke Final: Momen Kunci Pertandingan
Sejak awal gim pertama, kedua pasangan langsung menyajikan jual beli serangan keras. Fajar/Fikri sukses mencuri poin-poin kritis di akhir laga untuk membungkus gim pertama. Namun pada gim kedua, Liang/Wang bangkit dan membalikkan tekanan, memaksa pasangan Indonesia bermain defensif hingga kalah 14-21.
Pada gim penentu, atmosfer semakin memanas saat kedua pasangan saling kejar-kejaran angka. Berkat kematangan mental dan ketenangan Fajar Alfian dalam membaca permainan lawan, Indonesia akhirnya memastikan tiket final.