KALIMANTAN BARAT — Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengungkapkan pertumbuhan terjadi di hampir seluruh segmen bisnis. Selain batu bara, angkutan kontainer melonjak 27 persen menjadi 1,5 juta ton dibanding periode sama tahun lalu. Layanan ritel juga tumbuh 29 persen dengan volume 38 ribu ton.
Kenaikan signifikan di segmen kontainer menunjukkan pergeseran preferensi pelanggan dari moda darat konvensional ke kereta api. Menurut Yuskal, layanan ritel yang mencakup kiriman barang skala kecil hingga menengah juga kian diminati.
"Di sisi lain, kami juga mencatatkan pertumbuhan yang positif pada berbagai layanan unggulan, khususnya angkutan kontainer dan layanan ritel, yang menunjukkan semakin luasnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik berbasis kereta api," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026).
Selain komoditas utama, KAI Logistik juga mengelola angkutan BBM/BBK sebanyak 1,5 juta ton dan semen 191 ribu ton. Angkutan limbah B3 tercatat mencapai 4 ribu ton. Diversifikasi muatan ini menjadi strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis barang.
Yuskal menambahkan, hasil semester pertama ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam merespons dinamika industri. "Capaian pada akhir semester ini menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan KAI Logistik. Di saat yang sama, hasil tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam merespons dinamika industri melalui strategi bisnis yang adaptif serta penguatan kualitas layanan secara berkelanjutan," katanya.
Kinerja KAI Logistik sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mengoptimalkan moda kereta api dalam distribusi barang, terutama untuk komoditas berat dan jarak jauh. Efisiensi biaya dan ketepatan waktu menjadi nilai jual utama dibandingkan truk di jalan raya.
Dengan volume 8,7 juta ton dalam enam bulan, KAI Logistik optimistis dapat melampaui capaian tahun penuh 2025. Perusahaan terus memperluas rute dan kerja sama dengan pelaku industri di sektor energi, semen, dan manufaktur.