Data BPBD Sanggau mencatat Kecamatan Meliau menjadi wilayah dengan temuan titik panas terbanyak, yakni 232 titik. Disusul Kecamatan Parindu dengan 216 titik, dan Kecamatan Kembayan sebanyak 145 titik. Konsentrasi titik panas ini tersebar di area perkebunan dan lahan kosong yang rawan terbakar.
Sigit menjelaskan bahwa seluruh titik panas tersebut terus dipantau secara berkala. "Kami mengimbau masyarakat hati-hati, karena saat ini musim panas. Hindari aktivitas pembakaran lahan maupun pembakaran sampah, karena tak menutup kemungkinan akan merembet menjadi Karhutla," kata Sigit ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (28/7).
BPBD Sanggau saat ini masih fokus menangani sejumlah kebakaran di Kecamatan Kapuas dan sekitar Kota Sanggau. Beberapa titik yang berhasil dipadamkan antara lain di Sanggau Permai, Mensarang, dan Sabang Merah di kawasan perbatasan tugu. Kebakaran terakhir juga terjadi di Penyeladi dan sudah ditangani.
Sigit membeberkan bahwa karhutla tidak hanya dipicu faktor kesengajaan, tetapi juga kelalaian. Contohnya, sebuah insiden di Mensarang bermula dari aktivitas membersihkan kebun sawit. "Suaminya menebas lahan, istri dan anaknya membakar sampah. Alasannya untuk menghilangkan kelulut, sehingga nyalakan api kecil saja. Tapi ternyata tidak terkendali. Dari pembakaran yang kecil itu akhirnya membesar merambat ke lahan sawit," ungkap Sigit. Peristiwa itu akhirnya dilaporkan ke kepolisian, Damkar, dan TNI.
Kondisi cuaca panas tanpa hujan yang melanda Kalimantan Barat dalam beberapa pekan terakhir menjadi faktor utama meningkatnya kerentanan kebakaran. BPBD Sanggau mengingatkan bahwa satu percikan api di lahan kering bisa dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melapor jika menemukan titik api di lingkungan sekitar.