Pencarian

Menhut Raja Juli Tinjau Karhutla di Kubu Raya: 28 Titik Panas Tersisa di Kalbar, Asap Gambut Masih Mengepul

Senin, 24 Agustus 2026 • 18:40:01 WIB
Menhut Raja Juli Tinjau Karhutla di Kubu Raya: 28 Titik Panas Tersisa di Kalbar, Asap Gambut Masih Mengepul
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau lokasi karhutla di Desa Rasau Jaya Tiga, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026).

KUBU RAYA — Kondisi lahan gambut yang terbakar di Kubu Raya masih menyisakan kepulan asap meski api di permukaan sudah tidak terlihat. Hal ini menjadi perhatian utama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Senin (24/8/2026).

Raja Juli menjelaskan, karakteristik gambut yang tebal membuat proses pembakaran berlangsung di bawah permukaan tanah. Akibatnya, api yang tampak padam dari atas belum tentu benar-benar mati di lapisan bawah.

"Karena ini memang lahan gambut, pembakaran tidak sempurna, sehingga asapnya lebih banyak ketimbang di tanah mineral," ujarnya di lokasi peninjauan.

Angka Hotspot Turun, Kewaspadaan Tidak Boleh Kendur

Berdasarkan data yang diterimanya per pukul 23.59 WIB, jumlah titik panas di Kalimantan Barat tercatat 28 titik. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan setelah operasi pemadaman masif dilakukan beberapa hari terakhir.

Meski demikian, Raja Juli menegaskan penurunan ini tidak boleh membuat pemerintah daerah dan masyarakat lengah. Kondisi karhutla sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, terutama dengan potensi kemarau yang masih berlangsung.

"Turunnya angka titik panas atau hotspot ini tidak membuat kita abai, tidak waspada. Karena datanya sekali lagi sangat dinamis," tegasnya.

200 Kali Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api

Operasi pemadaman dari udara disebut menjadi faktor utama penurunan titik panas di Kalbar. Raja Juli mengungkapkan, sekitar 200 kali water bombing telah dilakukan untuk menjangkau area lahan gambut yang sulit dipadamkan dari darat.

"Yang kemarin dilakukan sekitar 200 water bombing, sehingga sekali lagi angkanya turun," kata Raja Juli.

Kendati angka menunjukkan perbaikan, ia meminta seluruh unsur yang terlibat tetap bekerja maksimal. Ancaman El Nino yang diprediksi memuncak pada September masih menjadi momok besar bagi upaya pengendalian karhutla di wilayah tersebut.

Ancaman El Nino dan Potensi Asap di Lahan Gambut

Raja Juli mengingatkan bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan masih panjang. Puncak kekeringan diprediksi terjadi pada September mendatang, sehingga potensi munculnya titik api baru tetap terbuka lebar.

"El Nino ini masih panjang sekali. September bahkan akan menjadi puncaknya," katanya.

Ia menambahkan, tidak adanya hotspot di suatu wilayah bukan jaminan area tersebut bebas dari asap. Lahan gambut yang terbakar di bawah permukaan bisa terus menghasilkan asap selama berhari-hari, bahkan setelah api di permukaan berhasil dipadamkan. Kesiapsiagaan di tingkat desa dan kecamatan pun diminta terus dipertahankan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks