PLN Resmi Nyalakan Listrik 24 Jam untuk 1.003 Pelanggan di Enam Desa Sintang, Warga Kini Bisa Belajar Malam Hari

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 21:29:31 WIB
PLN resmi menyalakan listrik 24 jam bagi 1.003 kepala keluarga di enam desa Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang.

SINTANG — Sebanyak 1.003 kepala keluarga di enam desa Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, kini tak lagi gelap-gulita saat malam tiba. PT PLN (Persero) secara resmi menyalakan layanan listrik 24 jam bagi mereka pada Selasa (28/7) di Aula Kecamatan Ketungau Tengah.

Program elektrifikasi ini menjadi kado HUT ke-81 RI bagi warga yang selama ini hanya mengandalkan penerangan terbatas. Kini, anak-anak bisa belajar di malam hari dan aktivitas ekonomi warga bisa berjalan tanpa batasan waktu.

Impian Warga Ketungau Tengah Akhirnya Terwujud

Camat Ketungau Tengah, Sanudin, S.Sos, menyambut baik realisasi program ini. Ia menyebut listrik 24 jam adalah impian lama yang akhirnya menjadi kenyataan.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat Kecamatan Ketungau Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN. Kini masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman, anak-anak dapat belajar pada malam hari, dan berbagai kegiatan ekonomi dapat berkembang lebih baik," ujarnya.

Anggota DPR RI Komisi XII Gulam Muhammad Sharon menambahkan, hadirnya listrik menjadi fondasi pembangunan di desa. Ia berharap pasokan energi yang stabil mampu membuka peluang usaha baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

PLN: Listrik 24 Jam Bukti Keadilan Energi ke Pelosok

Manajer PLN UP3 Sanggau, Hendy Gita Wedhatama, menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan akses listrik hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Menurutnya, listrik kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

"PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan yang andal hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Hendy.

General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menyebut penyalaan di enam desa ini merupakan wujud nyata pemerataan akses energi. Langkah ini juga bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi hingga ke pelosok negeri.

Dampak: Dari Pendidikan hingga Pusat Ekonomi Baru

PLN menargetkan, dengan adanya listrik 24 jam, kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di enam desa tersebut akan meningkat. Produktivitas usaha mikro dan kecil warga juga diharapkan tumbuh.

Kehadiran listrik disebut mampu mendorong terbentuknya pusat-pusat ekonomi baru di Kecamatan Ketungau Tengah. Pada akhirnya, program ini diharapkan mempercepat pemerataan pembangunan di Kabupaten Sintang dan Kalimantan Barat secara keseluruhan.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top