KETAPANG — Personel Polsek Kendawangan bersama Manggala Agni dan Damkar PT HKI bergerak ke Desa Pangkalan Batu, Kecamatan Kendawangan, untuk memverifikasi lima titik panas yang terpantau aplikasi Lancang Kuning. Tim menempuh perjalanan sekitar 17 kilometer atau 1,5 jam menggunakan kendaraan roda dua untuk mencapai lokasi.
Pemeriksaan menyeluruh dilakukan di setiap titik koordinat yang terindikasi sebagai hotspot kategori medium. Hasil pengecekan menunjukkan area tersebut merupakan bekas lokasi kebakaran lama, tanpa kepulan asap atau aktivitas pembakaran baru.
Petugas melakukan penyisiran di sekitar kawasan bekas terbakar untuk mengantisipasi bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Pemantauan visual juga dilakukan sebelum tim meninggalkan lokasi.
Saat pemeriksaan berlangsung, kondisi cuaca terpantau cerah berawan. Lahan di titik tersebut berupa tanah mineral yang ditumbuhi ilalang, penage, nepenthes, perepat, rumput cacing, dan semak belukar. Tidak ada sumber air di lokasi, sehingga menjadi perhatian serius apabila kebakaran terjadi sewaktu-waktu.
Kapolsek Kendawangan AKP Riski Arifianto menyatakan ground check merupakan langkah verifikasi cepat terhadap setiap informasi hotspot dari sistem pemantauan. Dengan begitu, potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
"Kami terus meningkatkan koordinasi dengan seluruh stakeholder, termasuk Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat dalam melakukan patroli serta pengecekan hotspot. Langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Ketapang, khususnya Kecamatan Kendawangan," ujarnya.
Polres Ketapang mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun kepulan asap agar penanganan bisa dilakukan lebih dini.
Sinergi antara aparat, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam mencegah karhutla sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Ketapang. Pemantauan melalui satelit dan aplikasi Lancang Kuning akan terus dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.