BENGKAYANG — Ribuan bendera nasional itu bukan sekadar hiasan jalan. Camat Jagoi Babang, Saidin, menegaskan aksi ini adalah pesan tegas dari batas negeri bahwa kedaulatan Indonesia harga mati. Kegiatan ini dipimpin langsung olehnya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan aparat keamanan.
“Ini adalah pesan tegas dari batas negeri bahwa kedaulatan NKRI harga mati. Kehadiran seluruh elemen masyarakat, forum perbatasan, dan aparat di sini menunjukkan bahwa kami bersatu menjaga halaman depan Indonesia tetap tegak dan dihormati,” ujar Saidin.
Pemasangan bendera serentak ini merupakan inisiasi Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI melalui pengadaan bendera. Adapun pelaksanaan di lapangan dikoordinasikan oleh Panitia HUT ke-81 RI Kecamatan Jagoi Babang.
Dukungan penuh datang dari Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani, Koramil Jagoi, Polsek Jagoi, hingga Satgas Intelijen Kodam XII/Tanjungpura. Unit Intel Kodim Bengkayang dan Tim Intel Korem 121/Alambhana Wanawai juga turun langsung ke lapangan.
Tidak hanya aparat keamanan, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Jagoi Babang bersama unsur Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina ikut ambil bagian. Partisipasi lintas instansi ini menunjukkan perbatasan dikelola secara terpadu.
Semangat gotong royong terlihat dari keterlibatan Forum Komunikasi Masyarakat Perbatasan (FKMP) Jagoi Babang, para pelajar, guru, hingga tokoh adat dan tokoh agama. Organisasi kepemudaan serta warga Kecamatan Jagoi Babang juga kompak bekerja sama memasang bendera di sepanjang jalan utama.
Menurut Saidin, wilayah perbatasan adalah wajah terdepan Indonesia. Semangat nasionalisme harus terus dipupuk melalui kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya seremonial belaka.
Rangkaian peringatan kemerdekaan di Jagoi Babang masih panjang. Panitia telah menjadwalkan Kirab Bendera Merah Putih Raksasa pada 11 Agustus 2026 yang akan melibatkan masyarakat dan unsur lintas instansi.
Puncaknya, upacara bendera akan digelar pada 17 Agustus 2026 di kawasan PLBN Jagoi Babang. Momentum ini diharapkan menjadi simbol kokohnya persatuan dan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kedaulatan Indonesia di kawasan perbatasan.