KALIMANTAN BARAT — Kecepatan angin yang memicu gelombang tinggi ini tercatat mencapai 8-38 knot di wilayah Indonesia bagian selatan. BMKG dalam keterangan resminya, Selasa (4/8/2026), menyebutkan wilayah dengan kecepatan angin tertinggi membentang dari Selat Malaka bagian Utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Laut Banda, Laut Seram, hingga Laut Arafuru.
BMKG memantau pergerakan dua sistem cuaca yang menjadi pemicu utama. Pertama, Bibit Siklon Tropis 94W yang berada di koordinat 17,4°LU 122,8°BT, tepatnya di Laut Filipina sebelah timur Filipina. Kedua, Bibit Siklon Tropis 9SW di koordinat 16,6°LU 120,2°BT, terpantau di Laut Filipina sebelah barat Filipina.
Keberadaan kedua bibit siklon ini secara langsung mengubah pola pergerakan dan kecepatan angin di wilayah sekitarnya. BMKG mencatat angin di wilayah Indonesia bagian utara secara umum bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10-27 knot.
Dampak dari kondisi atmosfer tersebut memicu potensi gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di sejumlah perairan. Masyarakat pesisir dan nelayan diminta waspada terhadap potensi gelombang sedang yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di pesisir untuk memantau informasi cuaca terkini secara berkala. Nelayan dan operator kapal kecil disarankan tidak memaksakan diri melaut jika kondisi gelombang dinilai membahayakan.