Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Pasokan Air Bersih untuk 7.000 Warga Pulau Palue Pasca Gempa Magnitudo 7,7

Penulis: Prayoga Santana  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:44:01 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo memastikan pasokan air bersih untuk 7.000 warga Pulau Palue pascagempa magnitudo 7,7.

Sikka — Langkah cepat diambil Menteri PU Dody Hanggodo untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebanyak 7.000 warga yang tersebar di delapan desa menjadi fokus utama dalam penyediaan air darurat sekaligus persiapan sumber air tambahan.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 mengguncang wilayah utara Pulau Flores tersebut.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemenuhan air bersih menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.

"Kita pastikan kebutuhan air masyarakat terpenuhi sekarang, sekaligus kita siapkan sumber air yang dapat mendukung kebutuhan mereka dalam jangka panjang," kata Dody Hanggodo.

Tindak lanjut arahan tersebut langsung dijalankan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw bersama jajaran Kementerian PU.

Pada Selasa (18/8/2026), Dirjen SDA bersama Bupati Sikka Juventus Kago meninjau langsung kondisi Pulau Palue.

Mereka memeriksa tiga titik dari sekitar 10 titik longsoran yang teridentifikasi serta kondisi sumur bor yang dibangun pada 2023 dengan kapasitas sekitar 1,8 liter per detik.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II telah mengirimkan empat unit tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter untuk memenuhi kebutuhan air pascagempa.

Survei geolistrik juga disiapkan untuk memetakan potensi sumber air tanah guna menentukan titik pengembangan sumber air baru.

Pemulihan Infrastruktur Terdampak Lainnya

Di sektor infrastruktur, Kementerian PU mengidentifikasi kebutuhan perbaikan bangunan pengaman pantai sepanjang kurang lebih 250 meter di kawasan Maluriu.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT menyiapkan satu unit excavator tipe PC 200 untuk membersihkan material longsoran di sejumlah titik yang mengganggu akses masyarakat.

Kantor Camat Palue yang rusak akibat gempa juga mendapat perhatian sebagai bagian dari pemulihan fasilitas pelayanan publik.

Penanganan Pulau Palue dilakukan secara bertahap dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, sebagai prioritas utama pascagempa.

Reporter: Prayoga Santana
Back to top