Riset: Pasar Wearable Global Diprediksi Raup Rp 16.000 Triliun hingga 2032, Smartwatch dan TWS Jadi Motor Utama

Penulis: Nurul Huda  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:10:15 WIB
Riset Counterpoint Research memproyeksikan pendapatan kumulatif pasar perangkat wearable global mencapai US$1 triliun hingga 2032, dengan kategori hearables dan smartwatch sebagai kontributor utama.

KALIMANTAN BARAT — Riset Counterpoint Research yang dirilis hari ini memetakan masa depan industri perangkat yang dikenakan di tubuh (wearable) hingga tujuh tahun ke depan. Total pendapatan kumulatif yang diprediksi tembus US$1 triliun itu akan disumbang oleh beragam kategori, mulai dari jam tangan pintar, earphone nirkabel, hingga perangkat baru seperti cincin pintar dan patch kesehatan.

Menariknya, laju pertumbuhan pendapatan disebut dua kali lebih cepat dibandingkan pertumbuhan unit terjual. Artinya, konsumen mulai bersedia membayar lebih mahal untuk perangkat yang menawarkan nilai tambah, bukan sekadar membeli produk baru.

Kontribusi Terbesar: Hearables dan Smartwatch

Dari total proyeksi pendapatan tersebut, kategori hearables (earphone nirkabel seperti TWS) diprediksi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar US$360 miliar. Posisi kedua ditempati jam tangan pintar atau smartwatch yang diperkirakan menghasilkan US$304 miliar.

Gabungan kedua kategori ini saja diproyeksikan menyumbang US$558 miliar. Angka tersebut didukung basis pengguna yang sudah besar, permintaan penggantian perangkat, serta integrasi erat dengan ekosistem smartphone untuk kebutuhan kesehatan, komunikasi, dan hiburan.

Perangkat Baru Mulai Dilirik Konsumen

Di luar dua raksasa tersebut, laporan ini juga menyoroti pertumbuhan kategori perangkat kesehatan yang lebih spesifik. Health patch (tambalan kesehatan yang ditempel di kulit) diprediksi menghasilkan US$120 miliar, disusul cincin pintar atau smart ring sebesar US$44 miliar, dan liontin pintar US$24 miliar.

Kategori lain seperti sepatu pintar diproyeksikan meraup US$18 miliar, sementara gelang kebugaran (fitness band) hanya US$14 miliar. Adapun kaus kaki pintar, pakaian pintar, dan sabuk pintar masing-masing diperkirakan menghasilkan kurang dari US$10 miliar.

Pendapatan Tumbuh Dua Kali Lipat dari Pengiriman Unit

Counterpoint mencatat pendapatan wearable tumbuh dua kali lebih cepat dari jumlah unit yang dikirim. Kondisi ini menandakan harga jual rata-rata (ASP) perangkat meningkat, didorong hadirnya hardware premium, konektivitas seluler, sensor kesehatan canggih, dan kecerdasan buatan (AI) yang berjalan di perangkat (on-device AI).

Fitur-fitur tersebut membuat smartwatch berevolusi menjadi platform komputasi pribadi dan alat pencegahan kesehatan. Namun, pertumbuhan nilai TWS justru terhambat standarisasi fitur dan kompetisi harga yang ketat.

Pasar Mulai Beralih ke Pencegahan Kesehatan

Fakta paling menarik dari riset ini adalah pergeseran fokus pasar. Konsumen tidak lagi sekadar memantau aktivitas harian, melainkan mulai mengandalkan perangkat untuk deteksi dini masalah kesehatan.

Counterpoint menyebut perangkat kini mampu menandai potensi masalah sebelum pengguna menyadarinya. Ini menjadi nilai jual utama yang mendorong konsumen mengeluarkan budget lebih besar untuk perangkat wearable generasi terbaru.

Posisi Apple di Pasar Wearable

Apple disebut sudah bermain di dua kategori dengan potensi pendapatan terbesar lewat AirPods dan Apple Watch. Perusahaan yang bermarkas di Cupertino itu juga dikabarkan tengah menggarap kacamata pintar, serta menjajaki pengembangan gelang kebugaran tanpa layar dan cincin pintar.

Pada kuartal fiskal III 2026, segmen Wearables, Home, and Accessories Apple mencatat pendapatan US$7,88 miliar. Angka ini naik 6 persen dibanding periode sama tahun lalu dan menjadi pertumbuhan terkuat sejak kuartal fiskal IV 2022.

Counterpoint memperkirakan pendapatan kumulatif AirPods saja akan menembus US$100 miliar pada 2026. Ini menegaskan bahwa lini perangkat wearable bukan lagi bisnis sampingan, melainkan pilar pendapatan strategis bagi raksasa teknologi seperti Apple.

Bagi konsumen Indonesia, tren ini berarti pilihan perangkat wearable akan semakin beragam dengan harga bervariasi. Konsumen bisa menunggu hadirnya lebih banyak perangkat dengan fokus fitur kesehatan preventif di pasar lokal dalam beberapa tahun ke depan.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top