KALIMANTAN BARAT — Kabar baik bagi para perencana liburan ke Nusa Tenggara Timur. Kementerian Pariwisata memastikan Labuan Bajo tetap terbuka dan aman dikunjungi setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang Flores pekan lalu. Aktivitas pariwisata di destinasi super prioritas ini secara umum telah kembali normal, dengan tetap mengedepankan protokol keselamatan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pemantauan yang dilakukan hingga Sabtu (22/8/2026) pukul 19.00 WITA menunjukkan Taman Nasional Komodo dibuka dengan aktivitas normal. Pelayaran menuju kawasan yang menjadi habitat komodo purba itu juga beroperasi seperti biasa, begitu pula jadwal penerbangan di Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo.
Bukan hanya ikon komodo yang sudah bisa dinikmati. Sejumlah destinasi populer di Manggarai Barat juga telah membuka kembali pintu masuknya untuk wisatawan. Gua Rangko, yang terkenal dengan danau air asin di dalam gua dan formasi stalaktitnya, kembali menjalankan aktivitas wisata secara normal setelah sarana dan prasarananya dinyatakan aman.
Desa Wisata Compang Liang Ndara resmi dibuka kembali pada 22 Agustus 2026, menyusul Desa Wisata Wae Lolos yang tetap menerima kunjungan. Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman budaya Flores, kedua desa wisata ini menawarkan interaksi langsung dengan kearifan lokal masyarakat setempat.
Beredar kabar di media sosial mengenai penutupan sementara pelayaran menuju Pulau Padar dan Pelabuhan Komodo. Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) telah berkoordinasi dengan KSOP Labuan Bajo untuk meluruskan informasi tersebut. Klarifikasi resmi menyatakan bahwa informasi penutupan itu tidak benar.
Imbauan yang berlaku saat ini berkaitan dengan potensi gelombang tinggi dan angin kencang di Selat Sape bagian selatan. Ini adalah imbauan keselamatan standar yang bisa berubah sewaktu-waktu, bukan larangan total untuk berlayar. Seluruh pelabuhan yang dipantau masih melayani operasional kapal dan penumpang dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo beroperasi normal sesuai jadwal penerbangan pada 22 Agustus 2026. Layanan penerbangan perintis juga tetap berjalan dan belum terdapat permintaan deviasi trayek. Ini berarti akses udara menuju Labuan Bajo dari berbagai kota besar di Indonesia tidak terganggu.
Namun, Menteri Pariwisata mengingatkan bahwa kondisi setiap wilayah di Flores tidak sama. Jika Anda berencana melanjutkan perjalanan darat dari Labuan Bajo menuju daerah lain di Flores, seperti Ruteng, Bajawa, atau Ende, wajib memeriksa informasi terbaru mengenai kondisi jalan, bandara, dan layanan telekomunikasi. Hingga 22 Agustus 2026, beberapa jalur darat utama Flores telah kembali berfungsi, sementara sebagian lainnya masih dalam penanganan otoritas setempat.
Data BPOLBF mencatat hingga 22 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB telah terjadi ribuan gempa susulan setelah gempa utama. Meski aktivitas pariwisata berjalan, kewaspadaan tetap diperlukan. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum dan selama berada di Labuan Bajo:
Menteri Pariwisata menekankan bahwa pemulihan pariwisata di Labuan Bajo berjalan beriringan dengan pemulihan masyarakat di wilayah Flores yang masih dalam masa tanggap darurat. "Labuan Bajo adalah pintu masuk penting pariwisata Flores. Ketika aktivitas di Labuan Bajo mulai pulih, kita berharap hal ini ikut menjaga pergerakan ekonomi masyarakat," ujar Widiyanti. Durasi ideal untuk menikmati Labuan Bajo saat ini adalah 3-4 hari, dengan tetap fleksibel terhadap perubahan jadwal pelayaran akibat kondisi cuaca.