KALIMANTAN BARAT — ASUS membawa senjata terbarunya ke Gamescom 2026 di Cologne, Jerman, pekan ini. Bukan sekadar pamer produk, kehadiran ROG Rapture GT-BN98 ini menandai lompatan besar pertama industri ke standar Wi-Fi 8 (802.11bn Draft) untuk segmen gaming. Kami sempat menelisik spesifikasinya dari materi yang dibagikan pabrikan, dan satu hal yang langsung terlihat: ini bukan router rumahan biasa.
Angka jual utama router ini ada di total throughput 25.000 Mbps. Angka itu didapat dari kombinasi empat pita frekuensi sekaligus: satu pita 2,4 GHz (hingga 1.376 Mbps), dua pita 5 GHz (masing-masing hingga 5.764 Mbps), dan satu pita 6 GHz yang menjadi bintang utama dengan kecepatan hingga 11.529 Mbps.
Perlu dicatat, angka tersebut adalah kecepatan agregat teoretis dari semua pita yang berjalan bersamaan. Dalam pemakaian nyata, perangkat klien seperti laptop atau smartphone hanya akan terhubung ke satu pita dalam satu waktu. Meski begitu, pita 6 GHz dengan dukungan saluran 320 MHz ini adalah yang pertama di kelasnya dan berpotensi memberikan latensi rendah yang sangat dibutuhkan untuk gaming kompetitif—asalkan perangkatmu sudah mendukung Wi-Fi 7 atau 8.
Di balik delapan antena dengan desain agresif khas lini ROG, tertanam prosesor quad-core 2,6 GHz, RAM 2 GB, dan memori flash 256 MB. Spesifikasi ini bukan basa-basi; kapasitas RAM sebesar itu dibutuhkan untuk menangani banyak perangkat terhubung sekaligus tanpa bikin router nge-drop.
Untuk koneksi kabel, ASUS melengkapi GT-BN98 dengan port yang sangat lega:
Dengan dua port 10G, router ini cocok untuk kamu yang sudah berlangganan internet fiber 10G atau punya NAS dengan koneksi 10G. Tidak ada lagi alasan bottleneck di sisi jaringan internal.
Dari sisi perangkat lunak, ASUS membenamkan Adaptive QoE yang katanya mampu mengalokasikan bandwidth secara dinamis sesuai kondisi jaringan. Ada juga Wi-Fi Insight yang memantau semua pita secara real-time untuk mendeteksi interferensi. Fitur ini berguna di lingkungan rumah yang padat sinyal, seperti kompleks perumahan padat hunian.
Untuk gamer, ada layanan pihak ketiga bernama GTNet yang diklaim bisa mengarahkan lalu lintas game ke jalur paling andal menuju server game. Ini mirip dengan fitur WTFast yang dulu populer, jadi bukan teknologi baru yang revolusioner, tapi tetap jadi nilai tambah. Keamanan ditangani AiProtection yang mencakup pemblokiran iklan dan pelacakan—fitur standar yang sudah lama ada di router ASUS kelas atas.
Jujur saja, ada beberapa hal yang bikin kami belum bisa merekomendasikan router ini secara membabi buta. Pertama, harga yang belum diumumkan—dengan segmen ini, kami memperkirakan harganya akan tembus di atas Rp 10 jutaan. Kedua, teknologi Wi-Fi 8 masih sangat baru; perangkat klien yang mendukung standar ini pun masih sedikit di pasaran. Membeli router ini sekarang berarti investasi jangka panjang, bukan solusi instan untuk perangkat yang kamu punya hari ini.
Terakhir, untuk pengguna dengan koneksi internet di bawah 1Gbps, sebagian besar fitur 10G dan quad-band ini akan terasa mubazir. Router ini baru terasa manfaatnya jika kamu punya langganan internet super cepat, banyak perangkat, dan aktivitas jaringan berat seperti streaming 4K di beberapa TV sekaligus sambil main game online.
Ini masih kesan pertama dari pameran, bukan hasil uji laboratorium. Kami belum bisa memverifikasi klaim kecepatan 25.000 Mbps tersebut dalam kondisi dunia nyata. Yang jelas, ASUS ROG Rapture GT-BN98 adalah pernyataan ambisi di segmen router premium.
Router ini jelas ditargetkan untuk pengguna enthusiast yang sudah punya ekosistem perangkat Wi-Fi 7/8 dan koneksi internet 10G. Kalau kamu masih memakai koneksi 100 Mbps dengan perangkat lama, router ini overkill dan uangmu lebih baik dipakai upgrade internet atau perangkat lain. Tunggu harga resmi dan review mendalam kami sebelum memutuskan mengeluarkan uang puluhan juta untuk perangkat ini.