Pemerintah Kota Singkawang meluncurkan FireHotspot Versi 2, sistem pemantauan titik panas karhutla berbasis data satelit yang dikembangkan Diskominfo setempat. Pembaruan sistem ini mencakup tampilan yang lebih interaktif, batas wilayah administrasi yang lebih presisi, hingga fitur penghitung lokasi terbakar berulang. Peluncuran dilakukan bersama Tim Tanggap Karhutla di Posko Karhutla pada Rabu lalu.
SINGKAWANG — Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyatakan FireHotspot Versi 2 sudah dioperasikan bersama Tim Tanggap Karhutla di Posko Karhutla sejak Rabu lalu. Sistem ini dikembangkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Singkawang sebagai alat bantu pemantauan titik panas.
Menurut Tjhai Chui Mie, teknologi menjadi bagian penting dalam memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah tersebut. Sistem ini diharapkan mempercepat pemantauan sekaligus membantu menentukan wilayah yang butuh pengawasan dan penanganan.
"Kehadiran FireHotspot Versi 2 diharapkan dapat menjadi alat bantu yang efektif bagi seluruh unsur tim tanggap karhutla dalam melakukan pemantauan dan pengambilan keputusan," ujar Wali Kota Singkawang, Jumat.
Kepala Diskominfo Kota Singkawang Chantal Novyanti menjelaskan, versi terbaru ini merupakan penyempurnaan dari sistem sebelumnya. Sejumlah pembaruan mencakup tampilan yang lebih interaktif dan responsif, serta penyempurnaan batas wilayah administrasi guna meningkatkan akurasi informasi titik panas.
Sistem juga dilengkapi Dashboard Admin yang menyajikan beragam data sekaligus:
Fitur lain yang tersedia adalah counter lokasi terbakar berulang. Fitur ini membantu mengidentifikasi lokasi yang berkali-kali terdeteksi satelit sebagai titik panas.
Chantal menyebut penanganan karhutla membutuhkan data yang akurat, mudah diakses, dan bisa dimanfaatkan bersama oleh semua pihak yang terlibat.
"FireHotspot ini merupakan referensi data yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh stakeholder yang menangani karhutla di wilayah Kota Singkawang," katanya.
Informasi dari dashboard tersebut dapat menjadi acuan bagi tim penanggulangan karhutla untuk menentukan wilayah prioritas pengawasan dan menyusun langkah mitigasi.
Chantal berharap FireHotspot Versi 2 tidak hanya berfungsi sebagai sistem pemantauan. Sistem ini diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla.
Dengan data yang bisa diakses bersama, penyampaian informasi soal titik panas diharapkan lebih cepat. Respons di lapangan pun dapat dilakukan secara lebih terukur dan tepat sasaran.
FireHotspot Versi 2 dapat diakses melalui portal firehotspot.singkawangkota.go.id.