Prabowo Bidik Bensin dari Batu Bara, China Tawar Kerja Sama

Penulis: Mustofa Kamal  •  Senin, 21 September 2026 | 12:53:31 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan rencana produksi bensin dari batu bara dalam keterangan pers di Jakarta.

KALIMANTAN BARATMenteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan rencana Presiden Prabowo Subianto memproduksi bensin dari batu bara mulai ditindaklanjuti, dengan sejumlah perusahaan China sudah menyampaikan penawaran kerja sama. Langkah ini ditempuh demi memperkuat ketahanan energi nasional dan menekan ketergantungan impor BBM di tengah geopolitik yang tidak menentu.

Pemerintah menyiapkan pemanfaatan batu bara kalori rendah sebagai bahan baku bensin. Arahan itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian ESDM, dan menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, sudah ada perusahaan-perusahaan China yang menawarkan diri untuk menggarap proyek tersebut di Indonesia.

Bahlil menjelaskan, gagasan ini berangkat dari kondisi geopolitik global yang tidak menentu. Pemerintah ingin seluruh potensi energi dalam negeri dioptimalkan, salah satunya batu bara, supaya Indonesia tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar.

Alasan Prabowo Bidik Batu Bara

"Jadi gini apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo terkait dengan membuat gas ataupun minyak lewat batu bara itu berangkat dari pemikiran bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, maka arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah mengoptimalkan seluruh potensi energi yang ada di Indonesia. Salah satu di antaranya adalah energi alternatif dari batu bara," ujar Bahlil di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Dia menambahkan, tujuan utamanya adalah menghentikan impor. "Tujuannya agar tidak lagi kita impor, devisa kita bisa ada di dalam negeri," sambungnya.

Menurut Bahlil, teknologi pengolahan batu bara kini sudah berkembang pesat. Batu bara kalori rendah yang selama ini kurang termanfaatkan bisa diolah menjadi minyak. Dia mencontohkan China, yang sudah lama memproduksi gas dari batu bara low kalori.

"Di beberapa negara seperti di China, itu gasnya sudah diambil dari batu bara low kalori. Dan beberapa perusahaan-perusahaan yang sudah melakukan penawaran kepada kami untuk melakukan kerja sama. Dan kita tahu bahwa potensi batu bara kita yang low kalori itu sangat besar sekali. Ini mungkin yang dimaksudkan oleh Bapak Presiden," ujarnya.

Modal dari Keberhasilan B50

Rencana bensin dari batu bara bukan langkah pertama pemerintah dalam menekan impor bahan bakar. Sebelumnya, program solar dengan campuran minyak kelapa sawit 50 persen atau B50 disebut berhasil membuat Indonesia berhenti mengimpor solar sejak 1 Juli lalu.

Keberhasilan itu yang ingin diulang pada komoditas lain. Presiden Prabowo menyebut para akademisi dan profesor dari fakultas-fakultas teknik di Tanah Air sudah berhasil menciptakan bahan bakar dari sumber daya lokal, mulai dari CPO hingga batu bara.

"Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara," kata Prabowo dalam acara Syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Prabowo, penghentian impor solar membuat Indonesia lebih tahan terhadap gejolak pasokan energi global. Konflik di berbagai negara, katanya, telah memicu kelangkaan solar di sejumlah wilayah.

"Kita mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri," tutur Prabowo.

Apa Dampaknya bagi Industri dan Masyarakat

Jika terealisasi, pengolahan batu bara menjadi bensin berpotensi mengubah peta konsumsi energi domestik. Indonesia tercatat sebagai salah satu produsen batu bara terbesar dunia, dengan cadangan kalori rendah yang selama ini sebagian besar diekspor mentah.

Pemanfaatan di dalam negeri berarti nilai tambah dan devisa berpotensi tertahan di domestik, bukan mengalir ke luar. Bagi konsumen, hasil akhirnya bergantung pada biaya produksi — apakah bensin olahan batu bara bisa bersaing dengan harga BBM impor yang selama ini menopang kebutuhan nasional.

Bahlil menegaskan komitmennya menindaklanjuti arahan Prabowo. "Karena itu kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka menjaga ketahanan energi dengan memakai sumber-sumber energi dalam negeri," tegasnya.

Yang belum jelas dari rencana ini adalah skema investasi, lokasi fasilitas pengolahan, dan berapa besar kapasitas produksi yang dibidik. Pemerintah juga belum memerinci perusahaan China mana saja yang sudah menyampaikan penawaran. Kejelasan soal itu akan menentukan apakah bensin dari batu bara benar-benar bisa menggantikan impor, atau masih berhenti sebagai wacana.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top