KALIMANTAN BARAT — Stunting bukan cuma soal tinggi badan yang kurang, tapi terhambatnya perkembangan otak anak yang menentukan masa depannya. Lewat kebiasaan sadar gizi di rumah, tumbuh kembang si Kecil bisa dioptimalkan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Ini panduan praktisnya untuk ibu.
Pemenuhan gizi seimbang di tingkat keluarga jadi langkah paling dasar untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kepala Seksi Kesehatan Keluarga, Gizi, Kesehatan Kerja, Kesehatan Olahraga, dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Titi Supriati, menekankan hal itu dalam Dialog Jogja Menyapa pada Jumat, 18 September 2026.
Menurut Titi, Gerakan Sadar Gizi mengajak keluarga membiasakan pola hidup sehat. Mulai dari makan bergizi seimbang, cukup minum air putih, rutin aktivitas fisik, memantau berat badan, sampai menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dihitung sejak masa kehamilan sampai anak berusia dua tahun. Di rentang inilah otak dan tubuh anak tumbuh paling pesat.
Kalau asupan gizi di fase ini kurang, dampaknya tidak bisa dikejar di kemudian hari. Karena itu, perilaku sadar gizi di tingkat keluarga jadi pondasi yang tidak bisa ditawar.
Guru Besar Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Profesor Sri Raharjo, menjelaskan pengolahan makanan yang tepat bisa membantu mengatasi stunting. Kuncinya ada pada menu tinggi protein hewani.
Selain kandungan gizinya, tekstur dan aroma juga berpengaruh besar. Sajikan makanan dengan tampilan menarik, aroma menggugah selera, dan porsi yang pas sesuai usia anak.
"Untuk meningkatkan nafsu makan pada balita, bisa menambahkan minyak ayam, mentega, atau santan secukupnya untuk menambah kalori, rasa gurih, dan kelembutan tekstur makanan," kata Sri Raharjo.
Menurut Sri Raharjo, kebiasaan sederhana saat mengolah makanan untuk balita punya peran besar. Bukan cuma mendukung tumbuh kembang, tapi juga membantu mencegah stunting.
Dampaknya jangka panjang: kualitas kesehatan keluarga dan generasi mendatang ikut terjaga. Jadi, tidak perlu menunggu momen khusus untuk mulai memperbaiki gizi keluarga.
Pantau berat badan dan tinggi badan anak secara rutin di posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat. Kalau pertumbuhannya tidak sesuai usia atau nafsu makannya terus menurun, segera konsultasikan ke dokter anak.
Jangan tunda, karena penanganan dini jauh lebih efektif daripada mengejar ketertinggalan di kemudian hari.
Mulai dari dapur sendiri, ibu bisa jadi ujung tombak pencegahan stunting. Gizi seimbang, protein hewani cukup, dan pemantauan tumbuh kembang rutin adalah tiga hal yang bisa dijalankan mulai hari ini.