BMKG Peringatkan Kalbar Siaga Hujan dan Karhutla Sepekan, Jarak Pandang di Bawah 1 Km

Penulis: Luqman Arif  •  Rabu, 23 September 2026 | 10:16:31 WIB
BMKG memperingatkan potensi hujan dan karhutla di Kalimantan Barat selama periode 23–29 September 2026.

PONTIANAKBMKG mencatat potensi hujan dengan intensitas sedang akan mengguyur sebagian wilayah Kalimantan Barat sepanjang periode peringatan dini yang dirilis Rabu, 23 September 2026. Bersamaan dengan itu, potensi kemudahan terjadinya karhutla tetap tinggi di sebagian wilayah lain pada rentang waktu yang sama.

Dua ancaman yang bertolak belakang itu mencerminkan cuaca ekstrem yang fluktuatif di Bumi Khatulistiwa. Masyarakat diminta tidak hanya bersiap menghadapi hujan, tetapi juga waspada terhadap asap yang sudah lebih dulu berdampak.

Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Jarak Pandang Tergerus Kabut Asap

Laporan BMKG menempatkan nilai rata-rata harian kualitas udara di Kalbar pada kategori sangat tidak sehat. Dampaknya langsung terasa pada jarak pandang di sejumlah wilayah, yang umumnya menurun drastis menjadi kurang dari 1 kilometer hingga 5 kilometer.

BMKG memastikan penurunan jarak pandang tersebut disebabkan oleh kabut asap akibat karhutla. Kabut asap inilah yang membuat kualitas udara memburuk, bukan hanya hujan atau faktor cuaca lain.

Mengapa Hujan dan Karhutla Bisa Terjadi Bersamaan?

Peringatan dini ini menunjukkan pola cuaca yang tidak merata antarwilayah Kalbar. Sebagian daerah diguyur hujan intensitas sedang, sementara daerah lain justru kering dan mudah terbakar.

Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan berlapis dari warga. Hujan di satu titik tidak menghapus risiko karhutla di titik lain, terutama saat kualitas udara sudah berada di level sangat tidak sehat.

Imbauan BMKG: Batasi Aktivitas Luar Ruangan dan Jangan Bakar Lahan

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini hanya melalui kanal resmi BMKG. Warga juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

Selain itu, BMKG melarang aktivitas pembakaran lahan yang dapat memperparah kabut asap. Larangan ini menjadi krusial mengingat karhutla sudah berkontribusi pada penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah Kalbar.

Peringatan dini berlaku sepanjang 23 hingga 29 September 2026. Warga diimbau menjadikan kanal resmi BMKG sebagai rujukan tunggal agar tidak terjebak informasi cuaca yang tidak akurat.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top