SAMBAS — Area pemakaman di Jalan Raya Tebas dipadati puluhan orang yang membawa peralatan kebersihan sejak pagi hari. Aksi ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan implementasi nyata dari Surat Edaran Bupati Sambas Nomor 600.4.15/7/PRKPLH Tahun 2026. Pemerintah setempat mulai memperketat pengawasan kebersihan lingkungan melalui gerakan terstruktur di tingkat kecamatan.
Camat Tebas, Suriawan, bersama Sekretaris Camat Agustian memimpin langsung jalannya pembersihan di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan fasilitas publik tetap terjaga sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga agar tidak menumpuk di tempat umum.
Pemilihan lokasi di Pemakaman Umum Desa Mekar Sekuntum didasari atas urgensi penanganan fasilitas yang sering terabaikan. Danramil 1209-03/Tebas, Kapten Inf. Sulistiono, menjelaskan bahwa titik-titik publik yang membutuhkan penanganan segera akan selalu menjadi prioritas dalam setiap aksi mingguan.
“Pada hari ini, Jumat tanggal 8 Mei 2026, kami dari Koramil 1209-03/Tebas Sambas melaksanakan kegiatan Jumat Bersih dengan menyasar fasilitas-fasilitas umum yang membutuhkan penanganan segera dalam rangka kegiatan Zero Sampah,” ujar Kapten Inf. Sulistiono di sela-sela kegiatan.
Kegiatan ini melibatkan sinergi dari berbagai instansi. Selain personel TNI dan Polri dari Polsek Tebas, hadir pula perwakilan dari KUA Tebas serta Pemerintah Desa Mekar Sekuntum. Kelompok masyarakat sipil seperti Asosiasi Sahabat Peduli Demokrasi dan Kemanusiaan Kabupaten Sambas (ASPIRASI KAMAS) juga turut menerjunkan anggotanya untuk membantu pembersihan lahan makam.
Gerakan kebersihan di Kecamatan Tebas dipastikan tidak berhenti pada satu lokasi saja. Pemerintah kecamatan telah menyusun jadwal rutin yang akan menyisir berbagai titik krusial setiap pekannya. Target berikutnya mencakup area yang memiliki mobilitas massa tinggi dan potensi penumpukan sampah yang besar.
“Untuk kegiatan Jumat Bersih ini sudah dijadwalkan satu minggu sekali. Setiap hari Jumat kita akan menyasar fasilitas-fasilitas umum yang memang harus dibersihkan secara bersama-sama, seperti pasar, tempat keramaian, makam maupun lokasi lainnya,” tegas Kapten Inf. Sulistiono.
Program ini diharapkan mampu mengubah pola pikir warga Sambas agar lebih proaktif menjaga lingkungan tanpa harus menunggu komando dari pemerintah. Dengan adanya jadwal tetap, diharapkan tercipta budaya gotong royong yang konsisten guna mendukung visi besar Indonesia bebas sampah di masa depan.