JAKARTA — Polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendapat respons cepat dari pimpinan lembaga. Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menyambut positif keputusan yang diambil dengan menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara (MC) yang bertugas dalam perlombaan tersebut.
“Saya mengapresiasi langkah pimpinan MPR RI yang sigap menindaklanjuti polemik ini. Tindakan menonaktifkan dewan juri dan MC adalah langkah yang tepat untuk menjaga kredibilitas dan marwah ajang LCC Empat Pilar,” ujar Kawendra dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa.
Meski tidak merinci detail kronologi kesalahan penilaian, Kawendra menegaskan bahwa polemik tersebut telah menjadi sorotan publik di Kalimantan Barat. Ia mendorong agar proses evaluasi dilakukan secara transparan dan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Menurut politisi Fraksi Gerindra itu, LCC Empat Pilar merupakan program strategis untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Oleh karena itu, integritas penyelenggaraan harus dijaga ketat, mulai dari proses seleksi hingga penentuan pemenang.
Di tengah sorotan atas polemik tersebut, Kawendra juga memberikan penghargaan khusus kepada SMAN 1 Pontianak. Sekolah tersebut dinilai memiliki prestasi dan kontribusi positif dalam memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar berbangsa dan bernegara.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Kalbar untuk terus mengedepankan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan. Kawendra menekankan bahwa semangat kompetisi yang sehat harus tetap dijaga, tanpa mengurangi substansi materi kebangsaan yang diujikan.
Pimpinan MPR RI dinilai tidak main-main dalam menangani persoalan ini. Keputusan menonaktifkan dewan juri dan MC menjadi sinyal bahwa setiap penyimpangan prosedur akan ditindak tegas. Kawendra berharap, langkah ini bisa menjadi preseden bagi penyelenggaraan LCC di daerah-daerah lain agar lebih profesional dan akuntabel.
“Ini bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana prosesnya berjalan sesuai aturan. Saya yakin MPR RI akan melakukan perbaikan sistem agar ajang ini semakin berkualitas,” pungkasnya.