PONTIANAK — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa keberagaman suku dan budaya di provinsinya bukanlah pemisah, melainkan kekuatan untuk membangun daerah. Hal itu ia sampaikan saat menyaksikan pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Pemuda Melayu (BPM) se-Kalbar di Aula Sekolah Terpadu Pontianak.
Dalam sambutannya, Krisantus mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda Melayu, untuk menjadi perekat persaudaraan dan menjaga kondusivitas wilayah. “Kita hidup dalam keberagaman yang diciptakan Tuhan. Tidak ada manusia yang bisa memilih lahir dari suku apa. Karena itu, jangan pernah menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah,” ujarnya.
Ketua Umum DPP BPM Kalbar, Gusti Edy, melantik empat kepengurusan DPD dalam acara tersebut. Keempatnya berasal dari Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Ketapang. Prosesi pelantikan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan serta Bendera Pataka kepada masing-masing ketua DPD terpilih.
Gusti Edy menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap keberadaan organisasinya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya Bapak Wakil Gubernur, yang telah hadir dan memberikan dukungan kepada Barisan Pemuda Melayu,” katanya.
Wagub Krisantus menekankan bahwa organisasi kepemudaan harus mampu melahirkan generasi yang berdaya saing dan berkontribusi nyata. “Saya ingin pemuda Melayu menjadi pemeran utama dalam pembangunan Kalbar, bukan hanya menjadi penonton. Potensi sumber daya alam kita sangat luar biasa dan harus bisa dinikmati masyarakat Kalbar sendiri,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pemerintah provinsi terus menyiapkan regulasi dan infrastruktur agar hasil bumi Kalbar benar-benar memberikan manfaat bagi warga. “Kita tidak ingin masyarakat miskin di tengah kekayaan alam yang melimpah,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Krisantus menyampaikan optimisme terhadap pengoperasian penuh Pelabuhan Kijing sebagai pelabuhan internasional. Ia menilai fasilitas itu mampu meningkatkan pendapatan daerah dan memperkuat perekonomian Kalbar. “Ke depan kita ingin hasil bumi Kalbar diekspor melalui pelabuhan milik sendiri sehingga manfaat ekonominya kembali untuk masyarakat Kalbar,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga terus memperjuangkan pembangunan jalan tol guna memperkuat konektivitas di wilayah yang luas. “Dengan infrastruktur yang baik, pengelolaan sumber daya alam akan lebih maksimal dan ekonomi masyarakat akan tumbuh,” pungkasnya.
Wagub mengajak seluruh pengurus BPM yang baru dilantik untuk menjaga soliditas organisasi dan aktif melakukan konsolidasi hingga ke tingkat bawah. “Organisasi akan kuat apabila pengurusnya disiplin dan solid. Jangan hanya nama tercantum di SK, tetapi harus benar-benar bekerja untuk masyarakat dan membesarkan organisasi,” pesannya.
Gusti Edy menambahkan bahwa pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat organisasi BPM hingga ke daerah dan tingkat desa. Menurutnya, kekuatan organisasi terletak pada disiplin, konsolidasi, dan kerja nyata seluruh pengurus. “Kalau organisasi ingin besar, maka pengurusnya harus aktif bekerja dan turun langsung ke masyarakat,” ungkapnya.