PONTIANAK — Angka partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kalimantan Barat masih sangat rendah. Data terbaru menunjukkan baru 2,6 persen warga yang telah menjalani pemeriksaan, jauh dari target nasional yang ditetapkan sebesar 36 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Erna Yulianti, mengakui capaian tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berbagai langkah percepatan mulai digeber agar layanan deteksi dini bisa menjangkau lebih banyak warga di 14 kabupaten/kota.
Program CKG merupakan salah satu prioritas Gubernur Kalbar Ria Norsan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Namun, realisasi di lapangan belum sesuai harapan. Dari total sasaran, angka 2,6 persen menunjukkan bahwa sebagian besar warga belum mengakses fasilitas pemeriksaan gratis ini.
Erna Yulianti menjelaskan bahwa program ini memiliki peran penting dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. “Melalui deteksi dini, penyakit dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih optimal,” ujarnya.
Sebagai tahap awal pelaksanaan, program CKG menyasar sebanyak 120 ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas gubernur dalam memperkuat layanan kesehatan.
Pemprov Kalbar menilai bahwa deteksi dini adalah langkah penting untuk mencegah risiko penyakit yang lebih serius di kemudian hari. Pemeriksaan kesehatan rutin dinilai dapat menekan angka kesakitan dan biaya pengobatan jangka panjang.
Rendahnya angka partisipasi berarti banyak warga yang belum terdeteksi dini kondisi kesehatannya. Padahal, deteksi dini memungkinkan penanganan medis lebih optimal sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Pemerintah daerah saat ini tengah menyusun strategi agar layanan pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Program jemput bola ke tingkat kecamatan dan desa menjadi salah satu opsi yang tengah dikaji.
Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, Pemprov Kalbar harus bekerja ekstra untuk mengejar ketertinggalan. Capaian saat ini baru 2,6 persen, artinya masih diperlukan perluasan akses dan sosialisasi masif agar target nasional bisa mendekati angka yang diharapkan.
Erna Yulianti menegaskan bahwa program CKG terus didorong agar layanan deteksi dini kesehatan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. “Capaian kita saat ini masih berada di angka 2,6 persen dan masih jauh dari target nasional. Karena itu, program CKG terus kami dorong,” pungkasnya.