SAMBAS — Perayaan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Sambas bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, momen ini dijadikan pengingat kolektif bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap persatuan dan kebangsaan.
Sambas dikenal sebagai daerah dengan masyarakat multietnis. Keberagaman ini, jika tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi celah perpecahan. Peringatan Hari Lahir Pancasila hadir sebagai pengingat bahwa perbedaan adalah kekayaan, bukan sumber konflik.
Nilai-nilai yang terkandung dalam sila ketiga, Persatuan Indonesia, menjadi landasan utama. Momen ini mengajak semua pihak untuk merawat kerukunan yang sudah terbangun selama ini.
Bagi warga Sambas, peringatan ini memberikan dampak psikologis dan sosial. Secara psikologis, kegiatan ini membangkitkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Secara sosial, peringatan ini mempererat tali silaturahmi antarwarga dari berbagai latar belakang.
Kegiatan seperti ini juga menjadi ajang edukasi bagi generasi muda. Mereka diajak untuk memahami sejarah lahirnya Pancasila dan relevansinya di era modern, terutama dalam menghadapi arus informasi yang bisa memecah belah.
Pengamalan Pancasila tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Menurut semangat yang digaungkan dalam peringatan ini, langkah kecil seperti gotong royong membersihkan lingkungan, menghormati tetangga yang berbeda keyakinan, dan bermusyawarah dalam mengambil keputusan di tingkat RT/RW adalah bentuk pengamalan nyata.
Di Sambas, tradisi basambang atau saling mengunjungi antarwarga saat hari raya menjadi contoh konkret bagaimana nilai persatuan dirawat. Tradisi ini selaras dengan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Seluruh lapisan masyarakat Sambas menjadi pihak yang terdampak positif. Mulai dari tokoh adat, pemuda, pelajar, hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sambas. Mereka diingatkan kembali bahwa Pancasila adalah ideologi yang hidup dan harus diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan bernegara.
Peringatan ini juga menjadi pengingat bagi para pemangku kebijakan. Bahwa setiap program pembangunan dan kebijakan publik harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila, bukan sekadar kepentingan sesaat.
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Sambas diharapkan tidak berhenti pada seremonial belaka. Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat diharapkan terus mengadakan forum-forum diskusi dan kegiatan sosial yang memperkuat persatuan. Tujuannya, agar semangat Pancasila terus membumi dan menjadi pedoman dalam setiap tindakan warga Sambas sehari-hari.