KETAPANG — Bupati Ketapang Martin Rantan secara resmi membuka turnamen bola voli antardesa di Pengatapan Raya, Kecamatan Kendawangan, Minggu (27/10). Ajang ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-16 Pengatapan Raya dan diikuti oleh puluhan tim dari desa-desa di sekitar kawasan tersebut.
Dalam sambutannya, Martin menekankan pentingnya sportivitas di atas segalanya. Ia juga mendorong turnamen ini menjadi wadah pembinaan atlet muda potensial dari perdesaan.
"Saya minta semua pemain menjunjung tinggi sportivitas. Jadikan turnamen ini sebagai ajang pembinaan atlet dari desa," ujar Martin di hadapan peserta dan warga.
Turnamen ini menjadi satu-satunya kompetisi voli rutin yang mempertemukan pemuda antar desa di wilayah Pengatapan Raya. Bagi warga, ajang ini bukan sekadar olahraga, melainkan juga ruang silaturahmi dan hiburan yang jarang didapat.
Banyak pemain muda yang sebelumnya hanya berlatih di lapangan tanah atau pasir pantai. Dengan adanya turnamen resmi, mereka mendapat pengalaman bertanding yang lebih terstruktur.
Pemuda desa usia 17–25 tahun menjadi kelompok paling diuntungkan. Mereka bisa mengukur kemampuan sekaligus dilirik oleh pencari bakat jika tampil menonjol.
Bupati juga berjanji akan memfasilitasi tim terbaik untuk mengikuti kompetisi di tingkat kabupaten. Ini menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal.
Pertandingan dimulai sejak pembukaan dan dijadwalkan berlangsung selama sepekan ke depan. Setiap desa mengirimkan satu tim perwakilan dengan sistem gugur.
Panitia menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan dan trofi bagi juara satu hingga tiga. Selain itu, pemain terbaik juga akan mendapatkan penghargaan khusus.
Ratusan warga memadati area lapangan sejak pagi hari. Mereka duduk di pinggir lapangan atau berdiri di bawah tenda darurat yang didirikan panitia.
"Ini acara yang ditunggu-tunggu. Setahun sekali kami bisa kumpul dan nonton bareng," ujar seorang warga Pengatapan Raya yang enggan disebut namanya.
Suasana semakin meriah saat tim tuan rumah bertanding. Sorak-sorai penonton terdengar hingga ke jalan utama desa.
Bupati Martin menyatakan akan mengalokasikan bantuan peralatan olahraga untuk desa-desa yang memiliki potensi atlet. Ia juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga untuk mendata pemain berbakat selama turnamen berlangsung.
"Kami ingin ada keberlanjutan. Jangan sampai turnamen ini hanya seremonial tanpa tindak lanjut," tegas Martin.