Diskominfo Kalbar Gelar Bimtek Penetration Testing Bareng BSSN, Perkuat Ketahanan Siber Pemerintah Daerah

Penulis: Mustofa Kamal  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 13:23:31 WIB
Peserta bimtek Diskominfo Kalbar mengikuti pelatihan penetration testing bersama BSSN untuk memperkuat keamanan siber.

PONTIANAK — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Barat menggelar bimbingan teknis (bimtek) penetration testing bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk meningkatkan kompetensi aparatur di bidang keamanan informasi. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 8 hingga 11 Juni 2026, ini merupakan respons atas serangan siber yang pernah menimpa sistem layanan Pemprov Kalbar.

Mengapa Penetration Testing Mendesak Dilakukan?

Kepala Diskominfo Provinsi Kalbar, Christianus Lumano, menegaskan keamanan informasi merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan digital. “Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menetapkan arah kebijakan melalui Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 27 Tahun 2024 tentang SPBE,” ujarnya saat membuka kegiatan, Senin (8/6/2026).

Menurut dia, penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber menjadi kebutuhan mendesak. Sebab, sistem layanan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pernah menjadi sasaran serangan siber.

Pelatihan 24 Jam untuk ASN

Bimtek yang berlangsung di Aula Tengkawang Kantor Gubernur Kalbar ini diikuti oleh perangkat daerah tingkat provinsi serta Dinas Kominfo kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Total 24 jam pelajaran disiapkan untuk membekali peserta dengan pemahaman konsep dan metodologi penetration testing sesuai kaidah etika.

“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami konsep dan metodologi penetration testing sesuai kaidah etika, mengidentifikasi kerentanan sistem secara tepat, serta memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam meningkatkan keamanan informasi,” kata Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Provinsi Kalbar, Evi Noprianti.

Sinergi Tiga Tingkat Pemerintahan

Penyelenggaraan bimtek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan siber pemerintah daerah di tengah meningkatnya tantangan transformasi digital. Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan pemerintah pusat dinilai penting untuk mewujudkan ekosistem Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kalimantan Barat yang terintegrasi, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan pengembangan kompetensi tahunan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta mendukung peningkatan Indeks Profesionalitas ASN. Para peserta diharapkan mampu mengenali potensi kerentanan dan ancaman siber sejak dini guna menjaga keberlangsungan layanan pemerintahan digital.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: infopublik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top