Wakil Ketua MPR Ibas Dorong Pemerintah Segera Susun Roadmap Kendaraan Listrik yang Terintegrasi

Penulis: Nurul Huda  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 00:07:31 WIB

KALIMANTAN BARAT — Pernyataan itu disampaikan Ibas dalam Diskusi Publik Fraksi Partai Demokrat bertajuk "Green and Smart Transportation: Inovasi Industri Transportasi Nasional untuk Keberlanjutan Masa Depan", Kamis (18/6/2026). Menurutnya, Indonesia tengah berada di persimpangan dua momentum besar: bonus demografi dan transisi energi. Namun, kondisi geografis sebagai negara kepulauan membuat tantangan di sektor transportasi semakin kompleks.

"Indonesia merupakan salah satu pengguna energi terbesar di kawasan. Kita juga menghadapi tantangan emisi yang terus meningkat serta kesenjangan infrastruktur di berbagai daerah," ujar Ibas dalam sambutannya.

Roadmap Bukan Sekadar Insentif dan Subsidi

Ibas menegaskan bahwa ekosistem kendaraan listrik tidak akan terbangun hanya dengan mengandalkan pemberian insentif fiskal. Ia menyebut perencanaan jangka panjang yang matang justru menjadi fondasi yang lebih krusial. Roadmap yang dimaksud harus mencakup pembangunan infrastruktur pendukung, integrasi sistem transportasi, penguatan industri komponen dalam negeri, hingga kesiapan masyarakat sebagai pengguna.

"Apakah kita perlu roadmap kendaraan listrik yang lebih terintegrasi? Apakah insentif dan subsidi sudah tepat sasaran? Bagaimana integrasi data transportasi nasional? Ini semua harus kita pikirkan bersama," tegas putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Teknologi Digital Jadi Tulang Punggung Smart Mobility

Dalam pandangan Ibas, pengembangan kendaraan listrik tidak bisa dipisahkan dari adopsi teknologi digital. Ia mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan Intelligent Transportation System (ITS) untuk mempercepat terciptanya konsep mobilitas cerdas atau smart mobility. Integrasi teknologi ini, menurutnya, dapat membantu mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional kendaraan listrik di masa depan.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas institusi—termasuk kepolisian dan sektor perhubungan—menjadi kunci agar sistem tata kelola transportasi berbasis data bisa berjalan efektif.

Kendaraan Listrik untuk Kedaulatan Energi dan Lapangan Kerja

Ibas juga mengaitkan pengembangan kendaraan listrik dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang pernah diterapkan era SBY: pro-growth, pro-jobs, pro-poor, dan pro-environment. Menurutnya, transisi ke kendaraan listrik bukan sekadar soal mengurangi emisi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

"Pembangunan perlu diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan," tuturnya.

Ia meyakini industri kendaraan listrik berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan sektor manufaktur dalam negeri. Namun, semua itu hanya bisa terwujud jika ada peta jalan yang jelas dan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: transportasimedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top