SAMBAS — Peristiwa tragis menimpa seorang bocah perempuan berusia 7 tahun di Kabupaten Sambas. Korban ditemukan tewas di sebuah kolam renang dan diduga meninggal akibat tenggelam. Polres Sambas langsung bergerak melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari warga.
Petugas kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian. Tim identifikasi dari Satuan Reserse Kriminal Polres Sambas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi-saksi di lapangan.
Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu dilaporkan hilang saat bermain di sekitar kolam renang. Beberapa saat kemudian, ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam air. Warga yang berada di lokasi segera mengevakuasi korban dan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.
Belum diketahui secara pasti apakah korban tenggelam murni karena kecelakaan atau ada faktor lain. Polisi masih mendalami kronologi kejadian dengan memeriksa sejumlah saksi mata yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi.
Kapolres Sambas melalui Kasi Humas membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya saat ini masih fokus pada proses penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian bocah malang itu.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan. Kami juga menunggu hasil visum dari dokter untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujar Kasi Humas Polres Sambas dalam keterangannya, Senin lalu.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak-anak saat berada di area kolam renang. Polres Sambas mengimbau para orang tua untuk tidak lengah dan selalu mendampingi anak-anak mereka ketika bermain di air.
Pengelola kolam renang juga diingatkan untuk memastikan prosedur keselamatan berjalan dengan baik, termasuk ketersediaan alat bantu keselamatan dan petugas pengawas yang siaga di lokasi. Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian.