SINGKAWANG — PT PLN (Persero) memastikan bahwa pemadaman listrik yang terjadi di Kota Singkawang dan beberapa daerah di Kalimantan Barat bukanlah imbas dari krisis batu bara. Pihak perusahaan menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh gangguan teknis pada jaringan distribusi.
Manajemen PLN wilayah Kalbar menyebutkan bahwa pemadaman terjadi akibat adanya gangguan pada peralatan sistem tenaga listrik. Gangguan ini menyebabkan sejumlah gardu induk mengalami trip, sehingga pasokan listrik ke pelanggan terputus sementara.
Petugas teknis langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan perbaikan dan normalisasi sistem. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap hingga seluruh jaringan kembali stabil.
PLN membantah keras isu yang beredar di masyarakat mengenai krisis batu bara sebagai penyebab pemadaman. Stok batu bara di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kalimantan Barat dinilai masih aman untuk memenuhi kebutuhan operasional dalam beberapa pekan ke depan.
“Tidak ada krisis batu bara. Stok aman dan pasokan berjalan normal. Pemadaman murni karena gangguan teknis yang sudah kami tangani,” demikian pernyataan resmi dari pihak PLN.
Selain Kota Singkawang, pemadaman listrik juga dirasakan oleh warga di Kabupaten Bengkayang dan sebagian wilayah Sambas. Beberapa kecamatan di daerah tersebut mengalami padam selama beberapa jam sebelum akhirnya listrik kembali menyala secara bertahap.
PLN mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi terkait penyebab pemadaman. Masyarakat diminta melaporkan gangguan langsung melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi contact center resmi.
PLN berkomitmen untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat. Pihaknya akan melakukan pemeliharaan rutin dan penguatan infrastruktur jaringan guna meminimalkan potensi gangguan serupa di masa mendatang.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Tim kami terus bekerja untuk memastikan pasokan listrik kembali normal dan stabil,” tutup pernyataan PLN.