9 Pemuda Kalimantan Barat Terjebak Lowongan Kerja Palsu di Facebook, Dipaksa Jadi Operator Scam di Kamboja

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 10:53:32 WIB
Sembilan pemuda Kalimantan Barat terjebak lowongan kerja palsu dan dipaksa menjadi operator scam di Kamboja.

PONTIANAK — Modus perekrutan tenaga kerja ilegal melalui media sosial kembali memakan korban. Kali ini, sembilan pemuda asal Kalimantan Barat dilaporkan terjebak dalam sindikat penipuan di Kamboja setelah tergiur tawaran kerja yang diiklankan di Facebook.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para korban berasal dari beberapa kabupaten di Kalbar. Mereka diiming-imingi gaji besar untuk bekerja di luar negeri, namun sesampainya di Kamboja, paspor mereka ditahan dan dipaksa menjadi operator scam yang menipu warga negara asing.

Modus Perekrutan Lewat Facebook

Para korban awalnya melihat unggahan lowongan kerja di grup Facebook. Tawaran yang menggiurkan, seperti gaji puluhan juta rupiah per bulan dan fasilitas mewah, membuat mereka tergiur. Setelah mendaftar, mereka dihubungi oleh calo dan diuruskan pemberangkatan secara nonprosedural.

"Mereka dijanjikan kerja di hotel atau perusahaan resmi, tapi begitu sampai di Kamboja, semua janji itu palsu," ujar salah satu sumber yang mengetahui kasus ini.

Dipaksa Kerja 12 Jam, Ancaman Kekerasan

Di Kamboja, para pemuda tersebut ditempatkan di sebuah kompleks tertutup. Mereka dipaksa bekerja hingga 12 jam sehari untuk menipu korban melalui aplikasi percakapan dan panggilan telepon. Jika menolak atau hasil tidak mencapai target, mereka diancam dengan kekerasan fisik.

Paspor para korban disita oleh sindikat. Hal ini membuat mereka tidak bisa melarikan diri atau meminta bantuan ke kedutaan.

Peran Pemerintah dan Upaya Pemulangan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi disebut telah menerima laporan terkait kasus ini. Upaya koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Indonesia di Kamboja tengah dilakukan untuk memulangkan para korban.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri yang tidak resmi. Kepala Dinas Tenaga Kerja setempat mengimbau warga agar hanya menggunakan prosedur resmi melalui PPTKIS (Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta) yang terdaftar.

Korban Bertambah, Polisi Masih Selidiki Jaringan Calo

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan calo perekrut di Kalimantan Barat. Tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah seiring proses pendataan lebih lanjut.

Para pemuda yang berhasil kembali ke Indonesia pun masih menjalani pemulihan trauma. Mereka juga diminta memberikan keterangan untuk memperkuat bukti hukum terhadap sindikat yang menjerat mereka.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top