Pemkab Bengkayang Minta Sekolah Segera Perbarui Data Dapodik demi Revitalisasi 2027-2028, Rp14,53 Miliar Sudah Dialokasikan Tahun Ini

Penulis: Mustofa Kamal  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 15:01:01 WIB
Pemkab Bengkayang dorong sekolah perbarui data Dapodik sebelum 31 Oktober 2026 untuk revitalisasi.

BENGKAYANG — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang Heru Pujiono mengatakan, penilaian pemerintah pusat terhadap kebutuhan revitalisasi sekolah sepenuhnya mengacu pada data yang diunggah masing-masing satuan pendidikan. Jika data tidak akurat, sekolah berpotensi kehilangan kesempatan mendapat bantuan.

Batas Akhir Unggah Data: 31 Oktober 2026

Proses pembaruan data telah dimulai sejak Juli 2026. Heru menegaskan, seluruh sekolah harus menuntaskan unggahan sebelum batas akhir penilaian oleh Kemendikdasmen pada 31 Oktober 2026.

"Batas tersebut merupakan penutupan penilaian oleh Kemendikdasmen. Karena itu kami mengimbau seluruh sekolah segera mengisi aplikasi yang telah disediakan agar tidak kehilangan kesempatan memperoleh bantuan revitalisasi," kata Heru di Bengkayang, Kamis.

Dinas PUPR Turun Tangan Verifikasi Kerusakan

Dinas Pendidikan tidak hanya mengimbau, tetapi juga memberikan pendampingan teknis. Heru menyebut pihaknya bekerja sama dengan Dinas PUPR untuk memastikan tingkat kerusakan di setiap sekolah sesuai kondisi riil di lapangan.

"Kami akan mendampingi sekolah melakukan unggah data kerusakan sesuai kondisi sebenarnya sehingga seluruh usulan dapat diverifikasi dengan baik," ujarnya.

Rp14,53 Miliar untuk 16 Sekolah di 2026

Pada tahun anggaran 2026, Kabupaten Bengkayang memperoleh alokasi bantuan revitalisasi senilai Rp14,53 miliar untuk 16 satuan pendidikan. Rinciannya meliputi satu PAUD, satu Kelompok Bermain, dua SD, dan 12 SMP.

Sekolah penerima bantuan antara lain PAUD Darul Fikri, KB Berkah Sungai Danti, SDN 20 Pakucing II, SDN 10 Senangak, serta sejumlah SMP di Kecamatan Seluas, Suti Semarang, Samalantan, Sungai Raya Kepulauan, Lembah Bawang, Jagoi Babang, Capkala, dan Tujuh Belas.

Prioritas: Bangunan Rusak Sedang hingga Berat

Heru menjelaskan, data Dapodik yang akurat menjadi dasar pemerintah pusat dalam menentukan prioritas sekolah penerima bantuan. Fokus utama diberikan pada sekolah dengan kondisi bangunan rusak sedang hingga rusak berat, maupun yang membutuhkan ruang belajar baru.

Ia berharap pembaruan data secara berkala akan memperbesar peluang lebih banyak sekolah di Bengkayang memperoleh bantuan revitalisasi pada tahun-tahun berikutnya. Dengan begitu, pemerataan kualitas sarana pendidikan di daerah perbatasan ini bisa terus ditingkatkan.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top