IQM, Perusahaan Quantum Publik Pertama Eropa, Go Public di Nasdaq dengan Valuasi Rp 30 Triliun

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 18:04:01 WIB
IQM resmi menjadi perusahaan quantum publik pertama di Eropa dengan valuasi Rp 31,3 triliun setelah IPO di Nasdaq.

KALIMANTAN BARAT — IQM, perusahaan full-stack quantum computing asal Finlandia, resmi menjadi perusahaan quantum publik pertama di Eropa setelah melantai di Nasdaq pada Kamis (pekan lalu). Langkah ini dilakukan melalui merger SPAC dengan RAAQ, memberikan valuasi sekitar USD 1,9 miliar (Rp 31,3 triliun). Namun respons pasar terbilang hambar — harga saham IQM (ticker: IQMX) bertahan di bawah harga IPO sepanjang hari perdagangan pertama.

Peringatan Langsung dari Emiten: Komersialisasi Skala Besar Mungkin Tak Pernah Terjadi

Kelemahan harga saham ini sebagian dipicu oleh pengakuan jujur IQM dalam prospektusnya. Perusahaan menyatakan bahwa "daya tarik komersial skala besar dari teknologi komputasi quantum mungkin tidak akan pernah terjadi." Peringatan ini sebenarnya berlaku untuk seluruh industri quantum, bukan hanya IQM.

Meski demikian, IQM tetap melanjutkan ekspansi bisnis. Perusahaan yang menjual komputer quantum fisik dan layanan cloud ini mencatat pertumbuhan pelanggan dari 8 klien pada 2024 menjadi 22 klien pada 2025. Dua pelanggan terbaru berasal dari sektor swasta — sebuah capaian yang patut dirayakan di kalangan internal IQM.

"Kami menjual komputer ke pusat superkomputer dan pusat data canggih, serta menjual waktu komputasi melalui cloud," ujar Jan Goetz, CEO dan Co-founder IQM, kepada TechCrunch.

Mengapa Investor Masih Ragu Meski Pelanggan Bertambah

Pertumbuhan pelanggan IQM, termasuk VTT Technical Research Centre of Finland dan Leibniz Supercomputing Centre di Jerman, memang positif. Namun permintaan diperkirakan tidak akan melonjak signifikan sebelum tercapainya "quantum advantage" — titik di mana chip quantum mulai mengungguli komputer klasik untuk tugas-tugas kompleks dan berdurasi panjang.

Penggunaan quantum advantage mencakup berbagai sektor seperti bioteknologi dan fintech, serta berpotensi mengubah enkripsi. Masalahnya, tidak ada satu pun — bahkan perusahaan yang memproduksi komputer quantum sekalipun — yang bisa memprediksi kapan titik itu akan tiba.

Dukungan Pemerintah AS dan Ekspansi IQM ke Amerika

Ketidakpastian ini tidak menghentikan investor untuk terus menggandakan taruhan pada perusahaan quantum, baik publik maupun privat. Apalagi setelah Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk mempercepat timeline pengembangan quantum. Sebagai respons, Departemen Energi AS (DOE) berkomitmen untuk menghadirkan "komputer quantum fault-tolerant pertama di dunia yang relevan secara ilmiah" pada 2028.

Kebijakan ini berdampak langsung pada IQM. Perusahaan baru saja mendirikan pusat teknologi quantum di Maryland dan telah menggelar komputer di Oak Ridge National Laboratory, bagian dari DOE. "Kami bisa mendapatkan manfaat langsung dari ini," kata Goetz.

Dualitas Eropa-Amerika: IQM Tetap Berkantor Pusat di Finlandia

Berbeda dengan unicorn Eropa lainnya, IQM tidak memindahkan pusat gravitasinya ke Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan pada 2018 sebagai spinout dari Aalto University di Espoo, pusat teknologi dan quantum dekat Helsinki. Dua pertiga dari 420 staf IQM masih bekerja di Finlandia, sementara 100 lainnya berbasis di Munich, Jerman.

Dalam prospektusnya, IQM mencatat bahwa dualitas ini menjadi daya tarik bagi RAAQ. "Lebih dari €200 juta (Rp 3,3 triliun) dukungan publik untuk IQM membuktikan bahwa negara dan perusahaan Eropa mendukung kemunculan IQM sebagai perusahaan quantum terkemuka di Eropa. IQM juga menunjukkan kemampuannya beroperasi di luar Eropa," tulis dewan RAAQ.

Pendanaan Segar dan Target ke Depan

IPO ini menghasilkan likuiditas baru sekitar €198 juta (Rp 3,26 triliun) setelah biaya, atau setara USD 226 juta. Jumlah ini menambah pundi-pundi IQM yang sebelumnya sudah mengantongi USD 300 juta (Rp 4,95 triliun) pada September lalu.

"Ini adalah keberhasilan besar menggalang dana segera setelah Seri B," ujar Goetz. Namun tujuan utama IQM bukan sekadar dana segar, melainkan memposisikan diri lebih menonjol dalam perlombaan yang masih penuh ketidakpastian. Goetz juga menyatakan kebanggaannya menjadi perusahaan quantum Eropa pertama yang tercatat di AS — hanya selangkah di depan kompetitor Prancis, Pasqal, yang juga mengumumkan rencana go public via SPAC.

"Rasanya selalu menyenangkan menjadi yang pertama dan menjadi pionir, tapi pada akhirnya ini tentang kesuksesan jangka panjang," pungkas Goetz.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top