Inflasi Kota Malang Juni 2026 Tembus 0,34 Persen, Bensin Jadi Biang Kerok Utama

Penulis: Nurul Huda  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 21:08:31 WIB
Inflasi Kota Malang Juni 2026 mencapai 0,34 persen dengan bensin sebagai penyumbang utama.

KALIMANTAN BARAT — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Indra Kuspriyadi, mengungkapkan bahwa penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Turbo menjadi pemicu utama lonjakan inflasi di Juni 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kelompok transportasi memberikan andil inflasi hingga 0,31 persen dari total 0,34 persen inflasi bulanan.

Bawang Merah dan Angkutan Udara Ikut Mendongkrak Harga

Tak hanya bensin, harga sejumlah bahan pangan juga ikut naik. Bawang merah memberikan andil 0,06 persen akibat pasokan yang terbatas menjelang masa panen raya pada Juli-Agustus. Sementara itu, tarif angkutan udara naik 0,03 persen seiring meningkatnya permintaan selama libur sekolah.

Bawang putih juga menyumbang inflasi sebesar 0,02 persen karena biaya impor yang membengkak imbas pelemahan nilai tukar rupiah. Sektor elektronik pun tak luput, di mana harga telepon seluler naik 0,01 persen akibat gangguan rantai pasok komponen global dan kenaikan biaya logistik.

Daging Ayam Ras dan Cabai Rawit Justru Turun Harga

Di tengah tekanan inflasi, sejumlah komoditas pangan justru mengalami penurunan harga. Daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,07 persen, disusul cabai rawit 0,04 persen dan udang basah 0,03 persen. Penurunan ini dipicu melimpahnya pasokan di tingkat produsen, sehingga harga di konsumen kembali normal.

Emas perhiasan juga ikut menekan inflasi dengan andil deflasi 0,02 persen, mengikuti koreksi harga emas di pasar global.

BI dan TPID Genjot Strategi 4K untuk Jaga Stabilitas

Indra menegaskan bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang terus mengimplementasikan strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Sepanjang Juni 2026, pemantauan harga bahan pangan pokok dilakukan secara intensif.

Langkah konkret telah diambil, termasuk rapat koordinasi teknis dengan Fuel Terminal Manager Pertamina pada 17 Juni 2026. Tujuannya, mengantisipasi dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM terhadap inflasi daerah. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan juga diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi komoditas pangan.

"Ke depan, BI bersama pemerintah daerah akan melanjutkan pengendalian inflasi melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) dan optimalisasi strategi 4K," tutup Indra.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: lentera.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top