7 Desa Wisata di Kalimantan Barat yang Memesona, Tersembunyi di Pedalaman dan Lengkap dengan Akses & Harga

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:53:31 WIB
Desa Wisata Pampang di Samarinda menyajikan Tarian Hudoq asli Dayak Kenyah setiap akhir pekan.

Pontianak, kota khatulistiwa, sering jadi pintu masuk. Tapi begitu melangkah 2-3 jam ke utara atau timur, pemandangan berubah total. Rumah betang sepanjang 150 meter, sawah bertingkat di lereng Kapuas Hulu, hingga desa terapung di tengah danau—semua ada di sini. Bukan sekadar foto estetik, tapi interaksi langsung dengan komunitas Dayak dan Melayu yang masih memegang teguh adat.

Dari pengalaman beberapa kali liputan ke Kalbar, saya catat 7 desa wisata yang layak masuk daftar prioritas. Bukan cuma soal pemandangan, tapi juga infrastruktur yang sudah mulai ramah untuk wisatawan umum.

1. Desa Wisata Pampang, Samarinda (Samarinda)

Meski secara administratif masuk Samarinda, Desa Pampang sering jadi persinggahan pertama wisatawan dari Pontianak. Jarak tempuh sekitar 2,5 jam via kapal cepat atau 4 jam darat. Di sini, pengunjung bisa menyaksikan Tarian Hudoq asli suku Dayak Kenyah setiap akhir pekan.

Biaya masuk Rp25.000 per orang. Homestay tersedia dengan tarif Rp150.000-Rp200.000 per malam. Tips: datang sebelum pukul 10.00 WIB untuk melihat prosesi adat pembukaan tarian.

2. Desa Wisata Batu Ampar, Kecamatan Siantan

Berada di Kabupaten Mempawah, desa ini menawarkan wisata mangrove dan sungai hitam. Keunikan utamanya adalah air sungai yang berwarna gelap pekat karena kandungan tanin dari hutan gambut. Perahu motor disewakan Rp100.000 per jam untuk menyusuri kanal sepanjang 3 km.

Warga setempat juga menjual kerupuk ikan tenggiri dan amplang khas. Akses dari Pontianak sekitar 1,5 jam via jalan Trans Kalimantan. Jalan beraspal mulus hingga mulut desa.

3. Desa Wisata Tanjung Darat, Kabupaten Kubu Raya

Desa ini berada di pesisir barat Kalbar, sekitar 2 jam dari Pontianak. Daya tarik utamanya adalah perahu wisata yang membawa pengunjung ke tengah laut untuk melihat lumba-lumba hidung botol. Waktu terbaik antara Juni hingga September.

Paket wisata lengkap dengan makan siang dan guide lokal seharga Rp350.000 per orang. Tidak ada tiket masuk terpisah. Homestay sederhana tersedia Rp100.000 per malam.

4. Desa Wisata Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang

Terletak di lereng Gunung Bawang, desa ini terkenal dengan kebun kopi arabika dan durian lokal. Ketinggian 800 mdpl membuat udaranya sejuk—suhu bisa turun hingga 18 derajat malam hari. Pengunjung bisa ikut proses panen kopi dari kebun warga.

Akses dari Pontianak sekitar 3 jam via Singkawang. Jalan menanjak dan berkelok, disarankan pakai kendaraan tinggi. Biaya menginap di rumah warga Rp150.000 per malam, sudah termasuk sarapan dan kopi gratis.

5. Desa Wisata Sungai Utik, Kabupaten Kapuas Hulu

Desa adat Dayak Iban ini sempat masuk nominasi Desa Wisata Terbaik Dunia versi UNWTO tahun 2021. Rumah betang sepanjang 186 meter dihuni 26 keluarga. Pengunjung bisa tinggal di dalam betang, ikut ritual adat, dan belajar anyaman rotan.

Jarak dari Pontianak cukup jauh—sekitar 12 jam darat plus perahu 2 jam dari Putussibau. Tapi pengalaman ini sepadan. Biaya menginap Rp200.000 per malam, termasuk makan tiga kali. Wajib reservasi minimal 3 hari sebelumnya.

6. Desa Wisata Sebubus, Kabupaten Sambas

Desa ini terkenal dengan air terjun setinggi 25 meter dan pemandian alami dari sungai batu kapur. Akses dari Kota Sambas sekitar 45 menit. Jalan cukup bagus, bisa dilalui mobil pribadi.

Tiket masuk Rp15.000 per orang. Tidak ada homestay resmi, tapi warga menerima tamu dengan tarif sukarela. Waktu terbaik pagi hari sebelum pukul 09.00 untuk menghindari keramaian akhir pekan.

7. Desa Wisata Pulau Padang, Kabupaten Kayong Utara

Pulau kecil di perairan Karimata ini punya desa wisata yang dikelola langsung oleh komunitas nelayan. Aktivitas utama: snorkeling di terumbu karang dangkal, memancing, dan belajar membuat ikan asin. Dari Pontianak, naik kapal cepat 4 jam ke Sukadana, lalu lanjut perahu motor 30 menit.

Paket menginap 2 hari 1 malam Rp500.000 per orang, termasuk transportasi antar-jemput dari pelabuhan Sukadana, makan, dan alat snorkeling. Kapasitas terbatas—maksimal 15 orang per kunjungan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa biaya rata-rata menginap di desa wisata Kalbar?
Kisaran Rp100.000 hingga Rp200.000 per malam untuk homestay sederhana. Untuk paket lengkap dengan makan dan aktivitas, Rp350.000-Rp500.000 per orang per malam.

Apa transportasi terbaik menuju desa-desa ini?
Kendaraan pribadi atau sewa mobil masih paling fleksibel. Kapal cepat tersedia untuk rute ke pulau. Bus umum hanya melayani rute utama antar kota, bukan sampai desa.

Kapan waktu terbaik berkunjung ke Kalbar?
Mei hingga Oktober adalah musim kemarau. Januari-Februari sering banjir di daerah hilir. Untuk desa pegunungan seperti Lembah Bawang, sejuk sepanjang tahun.

Apakah aman untuk wisatawan solo atau perempuan?
Relatif aman. Warga desa sangat ramah. Namun, untuk desa pedalaman seperti Sungai Utik, disarankan menggunakan jasa guide lokal yang sudah terdaftar di Pokdarwis setempat.

Bagaimana cara reservasi homestay di desa wisata?
Sebagian besar belum punya sistem booking online. Hubungi langsung nomor Pokdarwis desa via WhatsApp. Untuk Sungai Utik dan Pulau Padang, reservasi wajib minimal 3 hari sebelumnya.

Kalimantan Barat bukan sekadar titik transit ke Malaysia atau Singapura. Tujuh desa ini membuktikan bahwa wisata pedalaman Indonesia punya daya tarik yang setara—bahkan lebih otentik. Tidak perlu menunggu infrastruktur sempurna. Mulailah dari satu desa, dan biarkan pengalaman berbicara sendiri.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Back to top