Test Drive Wuling Aira EV di China: Bukan Sekadar Penerus Air ev, Dimensi Lebih Besar dan Empat Pintu

Penulis: Oman Sudirman  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 12:48:01 WIB
Wuling Aira EV hadir dengan desain "Sweet Sugar Cube" dan dimensi yang lebih besar di Liuzhou, China.

KALIMANTAN BARAT — Kompas.com berkesempatan menjajal Wuling Aira EV varian 205 km Premium Edition di Liuzhou, China. Dalam pengujian singkat, mobil ini memperlihatkan bahwa perubahannya bukan sekadar penyegaran desain, melainkan peningkatan menyeluruh dari sisi kenyamanan, fitur, hingga pengalaman berkendara.

Desain "Sweet Sugar Cube" dan Dimensi yang Membesar

Wuling Aira EV tampil dengan bahasa desain baru bertajuk "Sweet Sugar Cube". Bagian depan mengusung lampu utama LED berbentuk lingkaran yang dipadukan dengan garis horizontal melintang hingga ke sisi lampu, memberikan kesan ramah sekaligus futuristis.

Dimensi mobil ini kini membesar signifikan. Panjangnya mencapai 3.268 mm, lebar 1.520 mm, tinggi 1.575 mm, dan wheelbase 2.190 mm. Ukuran tersebut membuat proporsi mobil lebih ideal sebagai kendaraan perkotaan.

Empat Pintu dan Kabin yang Lebih Matang

Salah satu perubahan paling krusial adalah penggunaan konfigurasi empat pintu. Akses menuju bangku belakang jauh lebih mudah dibanding Mini EV generasi sebelumnya yang masih mengandalkan dua pintu.

Dashboard tampil lebih minimalis dengan tata letak rapi dan modern. Layar infotainment menjadi pusat perhatian sekaligus mengintegrasikan sejumlah fungsi kendaraan, termasuk pengaturan pengisian daya. Material interior terasa meningkat, dan berkat wheelbase lebih panjang, ruang kaki penumpang belakang ikut bertambah.

Motor Listrik 30 kW dengan Penggerak Roda Belakang

Varian 205 km Premium Edition yang dicoba telah dilengkapi Electronic Parking Brake (EPB). Untuk sektor penggerak, Wuling Aira EV menggunakan motor listrik berkekuatan 30 kW atau sekitar 40 dk yang disalurkan ke roda belakang (Rear Wheel Drive).

Konfigurasi motor belakang ini menjadi ciri khas Mini EV sejak generasi pertama. Karakter berkendara yang dihasilkan berbeda dibanding mayoritas city EV berpenggerak roda depan, memberikan pengalaman unik di kelasnya.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: otomotif.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top