32 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan Barat, Ketapang Catat 23 Hotspot dengan Suhu Capai 35,3 Derajat Celcius

Penulis: Luqman Arif  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 23:45:31 WIB
Satelit BMKG mendeteksi 23 titik panas di delapan kecamatan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

KETAPANG — Sebanyak 23 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang terpantau di Ketapang. Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas III Rahadi Oesman Ketapang, Manda Nurrohman Akuba, mengungkapkan data ini berdasarkan pantauan satelit pada Selasa (7/7/2026).

Delapan kecamatan yang terdeteksi memiliki hotspot antara lain Kendawangan, Marau, Nanga Tayap, Simpang Dua, Simpang Hulu, Singkup, Sungai Melayu Raya, dan Tumbang Titi. BMKG menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit NOAA-20, S-NPP, Terra, dan Aqua untuk mendeteksi suhu permukaan yang lebih tinggi dari wilayah sekitarnya.

Bukan Berarti Sudah Terjadi Kebakaran

Manda menegaskan bahwa titik panas tidak otomatis berarti ada titik api. "Jadi apabila daerah melebihi batas suhu maksimal, maka satelit BMKG akan menangkap titik panas. Namun tidak serta merta didefinisikan titik panas berarti ada titik api, akan tetapi perlu verifikasi di lapangan," jelasnya.

Meski begitu, data ini menjadi indikasi awal potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk bersiap menghadapi musim kemarau yang diprediksi terjadi pada September 2026.

Suhu Tertinggi di Indonesia Tercatat di Ketapang

Ketapang pernah mencatat suhu tertinggi di Indonesia pada 4 Juni 2026 lalu, mencapai 35,3 derajat Celcius. Saat ini suhu rata-rata berada di angka 27 derajat Celcius. Manda menjelaskan bahwa secara umum Kabupaten Ketapang sedang memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

"Saat ini baru satu dasarian yang curah hujannya kurang dari 50 mm, sehingga secara definitif bulan Juli belum bisa dikatakan musim kemarau. Prediksi kami musim kemarau terjadi pada bulan September 2026," ungkapnya.

Imbauan BMKG: Tampung Air Hujan dan Jangan Bakar Lahan

BMKG Ketapang mengimbau masyarakat untuk menampung air hujan apabila masih terjadi hujan sebagai persiapan menghadapi musim kemarau. Selain itu, warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu Karhutla.

"Kepada masyarakat dan instansi terkait untuk bersiap menghadapi musim kemarau, dengan mengantisipasi potensi Karhutla yang terjadi," imbaunya.

Masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca dan titik panas melalui laman www.bmkg.go.id, Instagram @bmkg.ketapang, Facebook Stasiun Meteorologi Ketapang, atau WhatsApp resmi di 08115787121.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: jurnalborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top