JAKARTA — Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang juga penerima Beasiswa Cendekia Baznas, Ulinnuha Aqwa, membuktikan bahwa limbah lokal bisa bersaing di panggung global. Ia meraih juara dua kategori Business Plan dalam ajang Indes 2026 yang digelar Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perak, Malaysia.
Produk bernama Keta-Briq ini memanfaatkan limbah buah ketapang yang selama ini jarang diolah. Inovasi itu tidak hanya menawarkan energi alternatif berkelanjutan, tetapi juga dibekali aroma daun kemangi yang berfungsi mengusir serangga. Pendekatan ini dinilai juri sebagai solusi kreatif atas dua masalah sekaligus: sampah organik dan kebutuhan energi bersih.
Di balik prestasi itu, Ulinnuha mengaku sempat mengalami fase sulit dan kehilangan motivasi selama proses kompetisi. Ia menyebut komitmen kuat serta dukungan penuh dari pihak keluarga menjadi faktor penentu yang menjaga semangatnya tetap menyala.
"Pengalaman ini mengajarkan saya untuk tidak takut mencoba langkah pertama, dan saya berharap ke depan bisa terus belajar serta menginspirasi lebih banyak anak muda untuk berani mewujudkan ide-ide mereka," kata Ulinnuha dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI, Idy Muzayyad, menegaskan bahwa prestasi ini menjadi bukti nyata pemuda binaan Baznas memiliki daya saing tinggi. Ia menyebut inovasi berbasis lingkungan itu sejalan dengan visi Baznas mencetak generasi solutif dan kreatif.
"Keberhasilan Ulinnuha ini juga membuktikan bahwa dana zakat yang dikelola melalui program beasiswa mampu melahirkan inovator muda yang mandiri, solutif, dan siap menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan di masa depan," ujar Idy.
Menurut Idy, kompetisi yang digelar di Malaysia itu juga menjadi panggung pembuktian bahwa limbah lokal yang tidak bernilai dapat diubah menjadi solusi energi alternatif yang berdampak luas bagi masyarakat.