MEMPAWAH — Program infrastruktur yang digagas pemerintah pusat kembali menyentuh daerah terpencil di Kalimantan Barat. Jembatan komposit di Desa Sungai Bakau Besar Darat (SBBD), Kecamatan Sungai Pinyuh, sudah bisa dilintasi warga setelah pembangunannya dinyatakan rampung.
Jembatan dengan panjang 15 meter dan lebar 2 meter itu menjadi urat nadi baru bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses lahan pertanian dan permukiman di seberang sungai. Sebelumnya, warga harus memutar jauh atau menggunakan titian darurat yang rawan saat musim hujan.
Peresmian ditandai dengan syukuran sederhana di lokasi jembatan. Acara dihadiri personel Kodim 1201/Mempawah, Pemerintah Desa SBBD, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga warga setempat. Suasana berlangsung penuh kekeluargaan.
Komandan Kodim 1201/Mempawah, Letkol Czi Ali Isnaini, menyebut pembangunan ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang manfaatnya langsung dirasakan. “Alhamdulillah, pembangunan jembatan komposit di Desa Bakau Besar Darat telah selesai dan kini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah melalui program Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Dandim juga berpesan agar jembatan dirawat bersama. “Kami berharap jembatan ini dapat dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang serta menjadi penunjang peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Kepala Desa Sungai Bakau Besar Darat, Ahmad, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya proyek tersebut. Menurutnya, jembatan ini adalah kebutuhan mendesak yang selama ini dinanti warga. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, TNI, dan seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan jembatan ini,” ungkapnya.
Ahmad menambahkan, kehadiran jembatan komposit akan mempermudah aktivitas harian, terutama distribusi hasil pertanian yang selama ini terkendala akses. “Semoga jembatan ini menjadi manfaat yang berkelanjutan bagi kemajuan Desa Bakau Besar Darat,” imbuh dia.
Dengan adanya infrastruktur baru ini, mobilitas warga Desa SBBD menuju pusat kecamatan dan pasar menjadi lebih efisien. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus terjaga untuk merawat hasil pembangunan.