Sekda Kalbar Harisson Ajak Warga Jadikan Gerakan Indonesia ASRI Budaya Baru, 50 Pohon Ditanam di Pontianak

Penulis: Mustofa Kamal  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:14:31 WIB
Sekda Kalbar Harisson memimpin penanaman 50 pohon dalam Gerakan Indonesia ASRI di Pontianak.

PONTIANAK — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai budaya berkelanjutan, bukan sekadar acara seremonial. Ajakan ini disampaikan saat puncak kegiatan yang dipusatkan di Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Jumat (10/7/2026). Dalam aksi tersebut, Pemprov Kalbar menanam 50 pohon dan menyalurkan 1.000 paket sembako sebagai bagian dari implementasi gerakan nasional ini.

Empat Pilar yang Saling Terkait

Menurut Harisson, pembangunan dan modernisasi yang terus berkembang harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas lingkungan hidup. Persoalan sampah, polusi, hingga menurunnya kualitas kebersihan lingkungan menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat.

“Untuk menjawab tantangan itulah pemerintah mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan ini merupakan upaya strategis nasional untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, dan aman di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Harisson.

Ia menegaskan bahwa empat pilar utama dalam Gerakan Indonesia ASRI saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Lingkungan yang bersih dan indah akan menciptakan kondisi yang sehat dan aman, sekaligus membentuk perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Bukan Sekadar Seremonial, Targetnya Jadi Kebiasaan

Harisson berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan di seluruh daerah di Kalimantan Barat. “Kita mengharapkan ke depan, dengan dukungan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat, kegiatan kerja bakti dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga Kota Pontianak maupun seluruh wilayah Kalimantan Barat benar-benar menjadi daerah yang aman, sehat, resik, dan indah,” tegasnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Barat, Suherman, menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia pada Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah tanggal 2 Februari 2026. Gerakan ini juga mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI.

Menurutnya, gerakan tersebut bertujuan membangun kesadaran, kepedulian, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah melalui aksi kolektif yang berkelanjutan. “Gerakan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” kata Suherman.

Aksi Nyata: 1.000 Paket Sembako dan Donor Darah

Sebagai bentuk implementasi Gerakan Indonesia ASRI di Kalimantan Barat, Pemerintah Provinsi Kalbar menggelar berbagai kegiatan sosial dan lingkungan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi kerja bakti massal yang melibatkan aparatur sipil negara, TNI, Polri, dan masyarakat, penanaman 50 pohon di kawasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak, pasar murah dengan menyediakan 1.000 paket sembako, pembagian 75 paket perlengkapan sekolah bagi anak yatim piatu, serta aksi donor darah dengan target 100 pendonor.

Selain mengikuti kegiatan secara langsung di Pontianak, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga mengikuti pencanangan Gerakan Indonesia ASRI secara virtual yang dipusatkan di Kota Malang oleh Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri.

Harisson turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari unsur TNI, Polri, perangkat daerah, BUMD, dunia usaha, hingga masyarakat. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Yayasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan. “Semoga langkah yang kita mulai hari ini memberikan dampak yang luas bagi terwujudnya lingkungan yang bersih, aman, nyaman, sehat, dan tertib di Provinsi Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Windy Prihastary, para staf ahli gubernur, para asisten Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, kepala perangkat daerah, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen yang mendukung gerakan peduli lingkungan.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: sekadau.suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top