KUBU RAYA — Proyek strategis pembangunan infrastruktur air bersih di Kecamatan Sungai Raya akhirnya mulai dikerjakan. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meninjau langsung lokasi pembangunan jaringan perpipaan dan bangunan pendukung SPAM di Desa Arang Limbung, Sabtu (11/7/2026).
Total investasi yang digelontorkan untuk proyek ini mencapai sekitar Rp87 miliar. Anggaran tersebut terbagi dalam dua paket utama: pembangunan jaringan perpipaan dan bangunan pendukung SPAM sebesar Rp58 miliar, serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) senilai Rp29 miliar.
“Ini bukan lagi tahap perencanaan, tetapi sudah memasuki tahap pelaksanaan. Insyaallah pembangunan ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Sujiwo di lokasi tinjauan.
Salah satu dampak paling signifikan dari proyek ini adalah peningkatan kapasitas pelayanan Perumdam Tirta Raya. Selama ini, banyak warga yang sudah mendaftar sebagai calon pelanggan harus menunggu karena kapasitas produksi air bersih yang terbatas.
“Setelah pembangunan ini selesai, akan tersedia ruang untuk sekitar 7.000 sambungan baru. Pelayanan akan jauh lebih optimal,” jelas bupati. Ia menambahkan, ribuan warga yang selama ini menanti giliran pemasangan jaringan kini bisa segera terlayani.
Proyek ini tidak akan terwujud tanpa dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Sujiwo menyebut, jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kubu Raya, nilai proyek sebesar itu akan sangat berat untuk direalisasikan.
Oleh karena itu, ia secara khusus memberikan apresiasi kepada Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, yang telah memperjuangkan alokasi anggaran tersebut. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Lasarus,” ungkapnya.
Agar manfaat proyek bisa segera dirasakan, Sujiwo meminta jajaran Perumdam Tirta Raya untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan kontraktor pelaksana. Ia berharap seluruh pekerjaan rampung sesuai jadwal dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
“Saya minta Perumdam terus berkomunikasi dengan pelaksana agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga masyarakat segera menikmati tambahan layanan air bersih yang lebih baik,” pungkasnya.