GameStop Markup Harga Kartu Pokemon 30th Anniversary hingga 400 Persen, Lebih Ekstrem dari Ulah Scalper

Penulis: Nurul Huda  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 11:18:01 WIB
GameStop menaikkan harga kartu Pokemon 30th Anniversary hingga 400 persen dari harga resmi.
30th Anniversary dengan harga empat kali lipat dari eceran resmi. Booster bundle dibanderol USD 90 (Rp 1,5 juta), sementara Ultra-Premium Collection mencapai USD 600 (Rp 9,9 juta). Alih-alih menjadi solusi, retailer ini justru menerapkan markup lebih gila dibandingkan calo di pasar gelap. ISI:

KALIMANTAN BARAT — Masalah harga kartu Pokemon yang melambung di Amerika Serikat kini bukan lagi monopoli calo. Laporan terbaru mengungkap bahwa GameStop, retailer game ternama, justru menjadi aktor utama dalam praktik markup harga untuk set kartu perdagangan Pokemon edisi 30th Anniversary yang akan dirilis akhir tahun ini.

Perbandingan Harga: Pokemon Center vs GameStop

Perbedaan harga antara kanal resmi dan GameStop sangat mencolok. Di Pokemon Center, satu paket Ascended Heroes Booster Bundle dijual seharga USD 27 (sekitar Rp 445.000) atau setara USD 4,5 per pack. Produk yang sama di GameStop dibanderol USD 90 (sekitar Rp 1,5 juta), atau lebih dari USD 15 per pack. Artinya, konsumen harus membayar markup lebih dari 200 persen.

Untuk edisi spesial 30th Anniversary, situasinya lebih parah. Elite Trainer Box (ETB) yang biasanya dihargai USD 55 (sekitar Rp 907.000) oleh Pokemon Center, dijual GameStop seharga USD 170 (sekitar Rp 2,8 juta). Sementara itu, Ultra-Premium Collection yang diperkirakan seharga USD 120 (sekitar Rp 1,9 juta) berdasarkan set sebelumnya, dipatok di angka USD 600 (sekitar Rp 9,9 juta) oleh GameStop. Ini berarti markup mencapai 400 persen.

Strategi Harga yang Tidak Transparan

Yang membuat situasi ini semakin meresahkan adalah ketidaktransparanan GameStop. Harga untuk produk pre-order tidak dicantumkan secara gamblang di website maupun di toko fisik. Seorang pegawai toko GameStop mengonfirmasi bahwa harga telah naik setidaknya satu kali sejak pre-order dibuka. Awalnya, ETB 30th Anniversary dijual seharga USD 130, lalu naik menjadi USD 170 tanpa pemberitahuan yang jelas.

GameStop juga mewajibkan pembayaran uang muka sebesar 50 persen dari total harga pre-order. Seorang jurnalis yang melaporkan praktik ini mengaku terpaksa membayar USD 85 hanya untuk mengamankan satu ETB sebagai bukti, dan mengaku menyesali keputusan tersebut setelah mengetahui besarnya markup yang diterapkan.

Langkah Nintendo dan The Pokemon Company

Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, dalam rapat pemegang saham pekan lalu, mengakui bahwa lingkungan ritel saat ini telah menyebabkan "penjualan kembali dengan harga tinggi di pasar." Ia menyatakan bahwa Nintendo dan The Pokemon Company akan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini, termasuk memberlakukan verifikasi akun di beberapa tempat.

Meski demikian, kritik tajam justru diarahkan kepada GameStop sebagai salah satu rantai ritel resmi yang seharusnya menjadi garda depan dalam menjaga harga wajar, bukan malah menjadi predator harga. Banyak kolektor menilai bahwa markup yang dilakukan GameStop jauh lebih keterlaluan dibandingkan praktik scalper individu di platform lelang.

Krisis Ketersediaan dan Keamanan di Lapangan

Masalah harga tinggi ini diperparah dengan sulitnya mendapatkan kartu Pokemon di kanal resmi. Set baru di Pokemon Center sering habis dalam hitungan menit setelah dirilis. Di retailer lain seperti Walmart dan Target, bot otomatis menyapu stok sebelum pembeli manusia sempat bertindak. Di toko fisik, laporan perkelahian antar pembeli dan aksi calo yang mengintai mesin penjual otomatis kartu Pokemon sudah menjadi pemandangan umum, hingga beberapa kios terpaksa dicabut.

Bagi penggemar Pokemon TCG di Indonesia, praktik markup ini menjadi pelajaran bahwa membeli dari retailer resmi sekalipun tidak menjamin harga yang wajar. Verifikasi harga silang antar kanal dan menunggu konfirmasi harga resmi dari Pokemon Center menjadi langkah bijak sebelum memutuskan pre-order, terutama untuk set edisi spesial seperti 30th Anniversary.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top