Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah Perdana Rp3,5 Triliun, Ini Sektor yang Dibiayai

Penulis: Oman Sudirman  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 11:48:31 WIB
Pemprov DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah perdana senilai Rp3,5 triliun untuk pembiayaan infrastruktur.

KALIMANTAN BARAT — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana penerbitan obligasi daerah tersebut dalam acara Investor Daily Roundtable di Bursa Efek Indonesia. Ia menyebut langkah ini sebagai terobosan pembiayaan (creative financing) yang belum pernah dilakukan pemerintah daerah lain di Indonesia.

"Saya sekarang ini, tahun ini pertama kali menerbitkan dan mungkin baru pertama kali ada di Republik ini yang namanya obligasi daerah. Obligasi Jakarta kita terbitkan Rp3,5 triliun," ujar Pramono, dikutip dari akun Instagram resminya.

Prioritas Pembiayaan: Pendidikan hingga Pengendalian Banjir

Pemprov DKI memastikan dana obligasi tidak akan digunakan untuk membiayai BUMD. Seluruhnya difokuskan pada proyek yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

Beberapa sektor prioritas meliputi pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras, transportasi, pembangunan sekolah, rumah susun, gedung pemerintahan, pengelolaan sumber daya air, dan proyek pengendalian banjir.

"Kalau hal-hal yang bersifat bisnis dan sebagainya, semuanya saya minta untuk diatur melalui APBD," kata Pramono.

Alasan Pemprov Memilih Obligasi Daerah

Penerbitan obligasi daerah dipilih untuk memberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah. Dengan begitu, pembangunan infrastruktur dan layanan publik bisa dipercepat tanpa mengganggu alokasi anggaran rutin dalam APBD.

Obligasi daerah merupakan surat utang yang diterbitkan pemda untuk menghimpun dana dari investor melalui pasar modal. Dana yang terkumpul kemudian digunakan membiayai proyek yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Jaga Kepercayaan Investor Lewat Tata Kelola BUMD

Pramono optimistis instrumen obligasi daerah akan mendapat respons positif dari investor. Keyakinan ini didukung oleh perbaikan tata kelola sejumlah BUMD Jakarta yang dinilai semakin profesional.

Salah satu contoh yang disebut adalah transformasi manajemen PAM Jaya yang berhasil meningkatkan kinerja perusahaan. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan komitmen pemda dalam memperkuat tata kelola korporasi.

Untuk menjaga kepercayaan investor, Pemprov DKI berkomitmen menjaga independensi BUMD dari intervensi, termasuk dalam proses rekrutmen dan pengambilan keputusan bisnis. "BUMD Jakarta dikelola secara profesional, termasuk dalam hal rekrutmen," tegas Pramono.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top