SANGGAU — Enam dari 14 titik panas yang terdeteksi satelit di Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, belum dapat diperiksa petugas. Kendala utama yang dihadapi adalah sulitnya akses menuju lokasi, keterbatasan personel, serta waktu pemeriksaan yang terbatas.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kapan enam titik panas tersebut akan ditangani. Kondisi medan yang berat di Kecamatan Noyan disebut menjadi faktor utama yang menghambat pergerakan petugas di lapangan.
Keterbatasan jumlah personel juga membuat proses verifikasi dan pemadaman berjalan lebih lambat dari yang diharapkan. Setiap titik panas memerlukan waktu dan tenaga ekstra untuk dipastikan statusnya, apakah benar-benar merupakan titik api atau hanya titik panas biasa.
Kecamatan Noyan dikenal memiliki wilayah geografis yang berbukit dan sebagian besar berupa hutan serta lahan gambut. Akses jalan menuju titik-titik panas yang terdeteksi satelit hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua atau bahkan berjalan kaki.
Kondisi ini membuat petugas harus membagi waktu dan prioritas. Dari 14 titik yang terdeteksi, delapan titik yang lebih mudah dijangkau menjadi prioritas pemeriksaan pertama. Sisanya masih menunggu giliran.
Delapan titik panas yang sudah diperiksa petugas kini dalam tahap pemantauan lebih lanjut. Belum ada laporan mengenai luas lahan yang terbakar atau dampak langsung terhadap permukiman warga di sekitar lokasi.
Pihak terkait di Kabupaten Sanggau diharapkan segera mengambil langkah koordinasi untuk mempercepat penanganan enam titik panas yang tersisa. Masyarakat sekitar juga diminta waspada terhadap potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.