PONTIANAK — Kepengurusan baru Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat resmi terbentuk. Muhammad Farizi yang terpilih sebagai ketua langsung menargetkan pembentukan struktur organisasi hingga ke tingkat desa, bahkan RT dan RW, sebagai garda terdepan dalam mengidentifikasi persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
“Hari ini Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat dan juga kabupaten/kota se-Kalimantan Barat telah terbentuk. Tentunya masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita jalankan,” ujar Farizi dalam pidato perdananya usai terpilih.
Farizi menetapkan tiga misi untuk merealisasikan visinya. Pertama, meningkatkan kapasitas kader melalui pendidikan, pelatihan, dan pembangunan karakter. Kedua, membentuk kader yang berorientasi menghasilkan karya nyata melalui program pemberdayaan sosial. Ketiga, mengarahkan organisasi agar berkontribusi langsung pada bidang sosial, ekonomi, lingkungan, ketahanan pangan, pendidikan, dan kesehatan.
“Visi kami adalah menjadikan Karang Taruna sebagai aktor pemberdaya sosial yang terdidik, terlatih, dan berpengetahuan serta memiliki karya nyata bagi masyarakat untuk mendukung kemajuan daerah yang kita cintai, Kalimantan Barat,” kata Farizi.
Untuk mendukung misi pertama, Karang Taruna Kalbar akan menjalankan program peningkatan kapasitas manajerial dan organisasi bagi pengurus, pendidikan kepemimpinan kader, hingga pelatihan pengelolaan pengetahuan dan teknologi informasi.
Sementara pada misi kedua, organisasi akan membangun berbagai pilot project pemberdayaan sosial yang melahirkan karya nyata. Program itu akan diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar mampu menghadirkan solusi langsung terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
Pada misi ketiga, Karang Taruna Kalbar akan memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam program pembangunan yang menyentuh kepentingan masyarakat. Organisasi juga akan menggalang dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari dunia usaha agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Farizi menegaskan bahwa Karang Taruna harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat. Ke depan, ia akan memastikan roda organisasi berjalan lebih cepat setelah kepengurusan tingkat provinsi dan kabupaten/kota rampung dibentuk.
“Ke depan kita harus banyak berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan terus bersinergi untuk membantu kegiatan sosial maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.