KALIMANTAN BARAT — Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru resmi menambah daftar peserta karantina. Selain enam juara dari jalur turnamen kategori U-11, KU-11, dan KU-12, Tim Pencari Bakat memilih sembilan atlet tambahan melalui skema Super Tiket. Keputusan ini diumumkan langsung oleh PB Djarum pada hari terakhir penyelenggaraan di Riau.
Chelsea menjadi salah satu penerima Super Tiket Tambahan sektor putri. Meski tampil di babak final, ia mengaku masih memiliki kelemahan yang harus dibenahi. “Reaksi kaki saya harus lebih cepat untuk mengambil bola-bola di depan lapangan,” ujarnya saat ditemui usai pertandingan.
Ia mengaku sering bertemu Rayya, lawannya di final, sebanyak lima kali. Chelsea tetap bersyukur atas kesempatan kedua ini dan bertekad menembus skuad PB Djarum. “Target saya ingin menjadi atlet internasional, meski harus jauh dari orang tua,” tambahnya.
Cerita berbeda datang dari Bellvania Safistika Sheila Mahaeswari atau Bibel. Atlet berusia 8 tahun ini sudah pasrah usai kalah di perempat final. Namun, teknik mumpuni dan daya juangnya membuat legenda bulutangkis Liliyana Natsir bersama Tim Pencari Bakat Putri memutuskan memberinya Super Tiket Tambahan.
“Nggak nyangka bisa dapat Super Tiket. Padahal sudah kalah,” kata Bibel. Ia berjanji akan kerja keras dan terus berdoa selama karantina untuk menjadi atlet yang mengharumkan Indonesia.
Dari sektor U-11 putra, Ray Ethan Jourell menjadi satu-satunya wakil Provinsi Jambi yang mengamankan Super Tiket Tambahan. Langkahnya di semifinal terhenti setelah kalah tiga gim ketat 24-22, 14-21, 18-21 dari Muhammad Azka Al-Fatih.
“Saya kecewa tidak jadi juara, tapi sekarang semangat lagi karena masih ada kesempatan,” ujar Ray yang mengidolakan Kevin Sanjaya. Ketua Tim Pencari Bakat, Sigit Budiarto, menyebut ketangguhan dan sikap pantang menyerah Ray menjadi alasan utama dipilih.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengapresiasi kualitas peserta dari Pulau Sumatera. Ia menilai kemunculan atlet potensial di Pekanbaru menjadi kabar baik untuk regenerasi bulutangkis Indonesia. “Jangan cepat puas. Bagi yang belum berhasil, teruslah berlatih. Masih ada audisi di Makassar dan Kudus,” katanya.
Seluruh penerima Super Tiket akan menjalani karantina selama empat pekan di Kudus, mulai 14 September hingga 9 Oktober 2026. Mereka akan memperebutkan beasiswa bulutangkis bergengsi PB Djarum.