SINTANG — Sebanyak 19 guru produktif jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Sepeda Motor (TSM) dari berbagai SMK di Kalimantan Barat mengikuti pelatihan konversi motor BBM menjadi motor listrik. Kegiatan ini digelar PLN UID Kalbar di Bengkel Konversi SMK Negeri 1 Sintang pada 28-29 Juli 2026.
Program TJSL PLN yang sudah berjalan tiga tahun berturut-turut ini tidak sekadar memberi teori. Para guru langsung mempraktikkan proses konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik, mulai dari sistem kelistrikan, pengenalan komponen utama, hingga prosedur keselamatan kerja.
Salah satu peserta, Muas Tendry, guru SMK Negeri 2 Pontianak, mengaku mendapat pengalaman baru yang sangat bermanfaat. “Kami tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga mempraktikkan langsung proses konversi sepeda motor menjadi kendaraan listrik. Ilmu ini tentu akan kami bawa ke sekolah agar dapat diterapkan dalam pembelajaran kepada siswa,” ujarnya.
Kepala SMK Negeri 1 Sintang, Poeryanto, mengapresiasi kepercayaan PLN yang kembali menggandeng sekolahnya sebagai mitra pelaksana program. Menurutnya, program ini memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi perkembangan teknologi kendaraan listrik.
Manager PLN UP3 Sanggau, Hendy Gita Wedhatama, menjelaskan pelatihan ini dirancang agar para guru mampu menjadi penggerak dan instruktur di sekolah masing-masing. “Kompetensi yang diperoleh dapat ditransfer kepada para siswa serta memperkuat kesiapan lulusan SMK dalam menjawab kebutuhan industri kendaraan listrik yang terus berkembang,” jelas Hendy.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur. “PLN meyakini SDM unggul menjadi kunci percepatan transisi energi. Melalui Program TJSL, PLN memperkuat kompetensi tenaga pendidik di bidang kendaraan listrik agar mampu mencetak talenta vokasi yang adaptif, siap kerja, dan sesuai dengan kebutuhan industri masa depan,” ujar Maria.
Program ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan di Kalimantan Barat sekaligus mendorong pencapaian target Net Zero Emissions (NZE).