BPBD Sanggau Bagikan Plang Waspada Bencana ke Desa Rawan, Prioritas Wilayah Terdampak Banjir dan Karhutla

Penulis: Mustofa Kamal  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:29:31 WIB
BPBD Sanggau memasang plang imbauan waspada bencana di desa-desa rawan banjir dan karhutla.

SANGGAU — BPBD Kabupaten Sanggau memprioritaskan pembagian plang imbauan bencana ke desa-desa yang masuk kategori rawan, khususnya daerah langganan banjir. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sanggau, Sigit Purnomo, mengatakan plang tersebut dipasang agar masyarakat lebih sadar akan potensi bahaya di lingkungannya. Beberapa imbauan yang tertuang antara lain larangan membakar hutan atau lahan sembarangan serta peringatan untuk waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem.

"Intinya plang itu imbauan seperti jangan membakar hutan atau lahan sembarangan. Hati-hati dengan kondisi cuaca. Waspada terhadap terjadinya bencana," ujar Sigit kepada awak media, belum lama ini.

Prioritas Desa Rawan Banjir, Anggaran Jadi Kendala

Dari sekian banyak desa di Sanggau, BPBD tidak bisa menjangkau seluruh wilayah untuk pemasangan plang. Keterbatasan anggaran menjadi alasan utama, terlebih saat ini pemerintah tengah menjalankan kebijakan efisiensi di berbagai lini.

"Ada beberapa desa. Dan salah satu yang prioritas yang rawan bencana, seperti banjir, seperti Inggis," ungkap Sigit.

Desa Inggis yang kerap terendam banjir menjadi perhatian utama dalam pendistribusian plang kali ini. Sementara untuk plang imbauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BPBD mengaku sebenarnya sudah rutin dilakukan, namun tahun ini terpaksa ditunda karena minimnya dana.

Status Siaga Karhutla, Titik Api Masih Terkendali

Hingga saat ini, BPBD Sanggau belum menetapkan status tanggap darurat karhutla. Status yang berlaku baru sebatas siaga, sambil terus memantau perkembangan titik api di lapangan.

"Status saat ini siaga. Belum tanggap darurat. Kita menunggu perkembangan. Saat ini kebakaran hutan belum merata," jelas Sigit.

Ia menambahkan, jika karhutla meluas secara massif, pihaknya dapat mengajukan Belanja Tak Terduga (BTT) untuk mendukung operasi penanganan. "Supaya kita bisa bergerak dalam menanganinya," katanya.

Dari pantauan terakhir, kebakaran lahan terparah terjadi di Kecamatan Tayan yang melanda area gambut. Adapun titik api lain yang muncul di Penyeladi, Mensarang, dan Sanggau Permai masih bisa ditangani karena luasnya di bawah satu hektare.

Imbauan untuk Masyarakat: Jangan Bakar Lahan Sembarangan

Menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung, BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan. Apabila terpaksa harus membakar, warga diminta mematuhi aturan yang berlaku dan melapor terlebih dahulu.

"Kalau untuk membakar lahan itu kan sudah ada surat edaran dari Gubernur Kalbar yaitu di bawah dua hektar. Tentu ada aturannya. Yang perlu kami sampaikan juga apabila harus membakar lahan, harus melapor ke aparat setempat, baik aparat desa, Babinsa, Babinkamtibmas, sehingga ada antisipasi," imbaunya.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: kalimantantoday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top