MTQ Kalbar XXXIV di Kayong Utara Resmi Dibuka, 14 Kabupaten Kota Bertanding dan KIPP Ramaikan Pawai Ta'aruf

Penulis: Oman Sudirman  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:23:01 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memukul bedug sebagai tanda resmi dibukanya MTQ Kalbar XXXIV di Kayong Utara.

KAYONG UTARA — Pembukaan MTQ Kalbar XXXIV berlangsung semarak dengan pemukulan bedug oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Ribuan pasang mata tertuju pada parade defile, atraksi drumband, hingga iring-iringan mobil hias yang menampilkan kekhasan budaya masing-masing daerah.

Dalam sambutannya, Norsan mengajak seluruh peserta menjadikan musabaqah sebagai sarana pembinaan umat, bukan hanya ajang mengejar prestasi. "Kemenangan yang sejati bukan hanya ketika meraih gelar juara, tetapi ketika Al-Qur'an benar-benar menjadi pedoman hidup yang tercermin dalam akhlak, perilaku, dan pengabdian kepada agama, bangsa, dan daerah," ujarnya.

Kayong Utara Angkat Sejarah Kerajaan Tanjungpura di Panggung MTQ

Penyelenggaraan MTQ kali ini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara sebagai etalase untuk memperkenalkan sejarah dan potensi daerah. Norsan mengingatkan bahwa wilayah ini memiliki jejak panjang sebagai bagian dari Kerajaan Tanjungpura yang berkembang menjadi pusat penyebaran Islam di Kalimantan Barat.

"Warisan sejarah tersebut menunjukkan bahwa Kayong Utara sejak dahulu merupakan bagian penting dari peradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, budaya, serta kehidupan yang damai dalam keberagaman," kata Norsan. Ia menilai nilai sejarah itu menjadi modal sosial untuk memperkuat citra daerah yang religius dan ramah.

KIPP Ikut Meriahkan dengan Mobil Hias, Dukung Ekonomi Lokal

Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) turut ambil bagian dalam pawai ta'aruf dengan menghadirkan mobil hias. External Relations Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, berharap partisipasi ini memperkuat citra positif Kayong Utara di mata tamu dari seluruh provinsi.

"Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan semakin memperkuat citra Kayong Utara sebagai daerah yang religius, ramah, dan kaya akan sejarah serta budaya," ujarnya. Kehadiran pihak industri ini menjadi sinyal dukungan dunia usaha terhadap kegiatan keagamaan sekaligus promosi daerah.

Cabang Lomba Kini Lebih Inklusif: dari Tilawah Usia Emas hingga Kaligrafi Digital

Perhelatan tahun ini menunjukkan wajah MTQ yang semakin adaptif terhadap perubahan zaman. Selain cabang tilawah untuk berbagai kelompok usia, panitia menghadirkan Tilawah Usia Emas bagi peserta lanjut usia serta Tilawah Tuna Netra sebagai ruang berprestasi bagi penyandang disabilitas netra.

Kehadiran cabang Kaligrafi Digital juga mengakomodasi perkembangan teknologi dalam seni Islam. Keberagaman cabang lomba ini membuktikan bahwa MTQ tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tuan Rumah Siapkan Layanan Lengkap untuk Ribuan Kafilah

Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menyebut menjadi tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus amanah. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan menyiapkan arena musabaqah, akomodasi kafilah, transportasi, layanan kesehatan, hingga pengamanan agar seluruh peserta nyaman.

"Melalui tiga pilar tema MTQ tahun ini, mari kita perkuat persatuan di tengah keberagaman, menyampaikan ajaran Islam melalui akhlak mulia, serta menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan," kata Romi. Pada kesempatan tersebut, juga diluncurkan dua buku bertema ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai Al-Qur'an untuk memperkuat literasi keislaman di tengah masyarakat.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top